Atmosfer spiritual dan antusiasme publik mencapai puncaknya di Baishatun, Miaoli, menjelang dimulainya salah satu acara keagamaan terbesar dan paling dinanti di Taiwan, yakni Arak-arakan Tandu Dewi Mazu Baishatun. Tahun ini, jumlah pendaftar resmi telah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, menembus angka 460.000 orang. Angka fantastis ini mengubah kawasan sekitar Kuil Gongtian menjadi lautan manusia, di mana para peziarah setia, mulai berdatangan sehari lebih awal untuk memastikan mereka mendapatkan tempat terbaik.
Alun-alun di depan kuil telah dipadati oleh kerumunan orang yang bersiap untuk mengiringi tandu suci Mazu, yang dijuluki mobil sport merah muda, dalam perjalanan selama 8 hari 7 malam.
Keberangkatan dijadwalkan akan berlangsung pada jam antara pukul 23:00 hingga 01:00 pada tanggal 12 April 2026 malam. Tingginya jumlah pendaftar membuat banyak peziarah khawatir tidak akan kebagian tiket kereta atau bahkan tidak bisa mendekati area kuil jika datang terlalu mepet. Mengantisipasi hal ini, banyak dari mereka yang datang lebih awal, membawa tenda dan perlengkapan seadanya, berencana untuk berkemah di lahan-lahan kosong di sekitar kuil.
Salah satu hal yang paling dinanti-nantikan oleh para peziarah tahun ini adalah potensi langka untuk menyaksikan pertemuan antara dua Dewi Mazu yang paling dihormati, yakni Dewi Mazu Baishatun dan Dewi Mazu Dajia, yang rute ziarahnya berpotensi bersinggungan. Selain itu, keunikan Baishatun yang mengeluarkan tiga sosok Dewi Mazu secara bersamaan juga menjadi daya tarik tersendiri.
"Tentu saja saya sangat menantikan pertemuan dua Mazu," ujar seorang peziarah, menyuarakan harapan banyak orang.
Fenomena modern pun turut mewarnai tradisi kuno ini. Di dunia maya, para warganet dan peziarah berpengalaman saling berbagi panduan strategi untuk para pendatang baru. Informasi mengenai lokasi-lokasi yang ideal untuk mendirikan tenda, seperti di tanggul belakang kuil atau di area luas Pabrik Pariwisata Garam Taiyen, dibagikan secara luas.
Panduan ini juga mencakup analisis rute keberangkatan Mazu berdasarkan pola beberapa tahun terakhir, yang umumnya bergerak ke selatan melalui Provincial Highway 1 menuju arah Dajia.
Meskipun ada panduan dan prediksi, elemen yang paling memikat dari prosesi ini adalah rutenya yang tidak tetap dan sepenuhnya bergantung pada "kehendak" sang Dewi.
Ketidakpastian inilah yang menciptakan sensasi kejutan dan keajaiban di sepanjang perjalanan. Para peziarah tidak pernah tahu ke mana "mobil sport merah muda" akan berbelok, desa mana yang akan ia kunjungi, atau keajaiban apa yang akan mereka saksikan. Dengan rekor jumlah peserta tahun ini, antisipasi terhadap kejutan-kejutan di sepanjang jalan menjadi lebih besar dari sebelumnya.