Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Hanya Orang Tua yang Pakai LINE? Anak Muda Beralih ke 3 Aplikasi Ini, Netizen Setuju: LINE Hanya Tersisa untuk Grup Kantor

13/04/2026 17:07
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Hanya Orang Tua yang Pakai LINE? Anak Muda Beralih ke 3 Aplikasi Ini, Netizen Setuju: LINE Hanya Tersisa untuk Grup Kantor (LINE)
Hanya Orang Tua yang Pakai LINE? Anak Muda Beralih ke 3 Aplikasi Ini, Netizen Setuju: LINE Hanya Tersisa untuk Grup Kantor (LINE)

Di era di mana setiap aspek kehidupan terhubung secara digital, sebuah pergeseran tengah terjadi dalam lanskap komunikasi kaum muda. Aplikasi pesan instan LINE, yang selama bertahun-tahun menjadi platform dominan di Taiwan untuk segala urusan, mulai dari koordinasi pekerjaan hingga percakapan keluarga, kini menghadapi eksodus dari pengguna generasi mudanya.

Sebuah pengamatan sederhana yang viral di media sosial mengungkap sebuah realitas baru, yaitu bagi Generasi Z, LINE telah berubah menjadi aplikasi orang tua, sementara arena percakapan pribadi mereka telah berpindah ke platform lain yang dianggap lebih dinamis dan bebas dari urusan formal.

Fenomena ini pertama kali mencuat ke permukaan melalui sebuah unggahan di platform Threads, di mana seorang warganet perempuan mengungkapkan keterkejutannya. Awalnya, ia mengira anggapan bahwa anak muda tidak lagi memakai LINE hanyalah sebuah lelucon. Namun, setelah mengamati kebiasaan para remaja di sekitarnya, ia menyadari bahwa ada kebenaran dalam anggapan tersebut.

Rasa penasarannya mendorongnya untuk bertanya, "Sekarang anak muda mengobrol pakai apa?" Pertanyaan ini sontak membuka kotak pandora dan memicu diskusi luas yang mengonfirmasi adanya pergeseran besar dalam budaya komunikasi digital.

Jawaban yang mengalir dari para warganet melukiskan gambaran yang jelas. LINE kini secara mayoritas dipandang sebagai platform untuk urusan fungsional dan formal.

"LINE sekarang hampir cuma tersisa grup kantor," tulis seorang warganet.

Pengguna lain menambahkan, "LINE sudah dirusak oleh urusan kantor, pulang kerja rasanya tidak ingin membukanya."

Aplikasi ini telah terasosiasi dengan pekerjaan, tugas, dan komunikasi dengan generasi yang lebih tua, seperti grup keluarga. Seorang ibu bahkan berbagi, "Dua putri saya pakai IG dan Messenger, sangat jarang pakai LINE. LINE hanya untuk grup keluarga, mereka paling cuma melihat apa yang dibicarakan orang tua."

Lantas, ke mana para anak muda ini bermigrasi? Tiga platform utama disebut-sebut telah merebut takhta komunikasi personal, masing-masing Instagram (IG), Facebook Messenger, dan Discord. Masing-masing platform melayani fungsi sosial yang berbeda.

Instagram, dengan fitur Direct Message (DM), menjadi pilihan utama untuk berinteraksi dengan kenalan baru atau teman yang belum terlalu akrab. Messenger tetap menjadi andalan untuk berkomunikasi dengan teman-teman sebaya yang sudah dekat. Sementara itu, Discord menjadi ruang komunal bagi mereka yang memiliki minat atau hobi yang sama, membentuk komunitas yang lebih erat berdasarkan ketertarikan, bukan sekadar hubungan sosial.

Pergeseran ini menandakan sebuah evolusi dalam cara generasi muda Taiwan memandang dan menggunakan teknologi komunikasi. Mereka secara sadar menciptakan sekat antara kehidupan profesional/formal (yang kini ditempati oleh LINE) dan kehidupan pribadi/sosial (yang diisi oleh IG, Messenger, dan Discord).

Bagi mereka, aplikasi pesan bukan lagi sekadar alat, melainkan sebuah ruang yang merefleksikan identitas dan lingkaran sosial mereka.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解