(Taiwan, ROC) - Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara Tiongkok mengumumkan sepuluh kebijakan terhadap Taiwan pada hari Minggu (12 April), bertepatan dengan waktu berakhirnya kunjungan Ketua Partai Kuomintang (KMT) Cheng Li-wen (鄭麗文) ke Tiongkok.
Kesepuluh kebijakan tersebut mencakup mendorong dimulainya kembali perjalanan independen ke Taiwan bagi penduduk Shanghai dan Fujian; mendukung dimulainya kembali sejumlah rute penerbangan lintas selat; memfasilitasi impor produk pertanian dan perikanan Taiwan ke Tiongkok; dan mengizinkan impor drama dan dokumenter Taiwan untuk disiarkan di Daratan Tiongkok.
Menanggapi langkah-langkah yang diumumkan oleh Tiongkok, juru bicara Kantor Kepresidenan, Kuo Ya-hui (郭雅慧) menegaskan pada hari Senin bahwa pemerintah Taiwan selalu mendukung pertukaran lintas selat yang sehat dan tertib, asalkan keamanan nasional, kepentingan rakyat, dan industri dipertimbangkan.
Kuo Ya-hui menyatakan bahwa Tiongkok secara rutin menggunakan pertukaran lintas selat sebagai alat dan manuver politik yang malah telah merugikan petani, nelayan, dan industri Taiwan.
Kuo mengatakan, "(Tiongkok) menggunakan manuver politik untuk 'melakukan penutupan dan pembukaan sesuka hati, menyesuaikan dan membuka secara selektif.' Praktik-praktik tersebut telah menyebabkan kerugian tertentu pada struktur industri, petani serta nelayan kita. Jika ada niat tulus untuk melakukan pertukaran lintas selat, kami berharap untuk kembali ke saluran yang ada dan berkonsultasi secara resmi dengan otoritas pemerintah terkait. Ini adalah cara terbaik agar perkembangan hubungan lintas selat di masa depan dapat berjalan dengan sehat dan tertib."
Sementara itu, menanggapi isu yang sama, KMT mengumumkan akan membentuk kelompok kerja untuk berkoordinasi dengan Tiongkok dalam mendorong berbagai tugas, dan mengimbau pemerintah untuk tidak menghalangi proses tersebut.