Menanggapi Rencana Aksi Kerja Sama Ekonomi Taiwan – Lituania yang baru-baru ini diajukan kepada pemerintah Taiwan, Menteri Luar Negeri (MOFA), Lin Chia-lung (林佳龍) pada Selasa hari ini (14/4) menyampaikan bahwa pemerintah Taiwan menaruh perhatian penuh terhadap hal tersebut.
Mengingat kedua belah pihak telah membangun fondasi kerja sama yang solid di bidang laser, biomedis hingga semikonduktor melalui mekanisme investasi dan pembiayaan, sehingga dirinya berharap kerja sama ini dapat terus dipromosikan ke tingkat selanjutnya.
Terkait hubungan Taiwan dengan Lituania, Menlu Lin menegaskan bahwa hubungan bilateral terus menguat secara stabil. Kedua negara tidak hanya melangkah dalam memperkuat demokrasi, tetapi juga mulai memetik hasil nyata dari kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan dan industri.
Sebelumnya Menlu Lin telah menerima kunjungan Kepala Kantor Perwakilan Lituania untuk Taiwan yang baru, Karolis Pilipauskas, pada Senin kemarin (13/4). Melalui unggahannya di Facebook, Menlu MOFA menyatakan bahwa Taiwan dan Lituania telah berbagi nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan HAM. Sejak saling mendirikan kantor perwakilan, hubungan bilateral kedua negara terus mengalami kemajuan.
Pemerintah Lituania baru-baru ini, menyodorkan sebuah rencana aksi kepada Taiwan, yang disebut oleh Lin Chia-lung sebagai Rencana Aksi Kerja Sama Ekonomi Taiwan – Lituania. Kepada Karolis Pilipauskas, Lin Chia-lung menegaskan bahwa pemerintah Taiwan sangat menaruh perhatian pada rencana tersebut dan berharap kedua belah pihak dapat terus memajukan kerja sama berlandaskan fondasi yang telah ada.
Ketua Departemen Urusan Eropa yang berada di bawah naungan MOFA, Eric Huang (黃鈞耀) mengatakan, “Kami dan Lituania adalah mitra yang berbagi nilai serta gagasan kebebasan dan demokrasi. Semenjak pendirian kantor perwakilan, kedua belah pihak terus memperdalam berbagai kerja sama terkait ketahanan demokrasi, termasuk kolaborasi di sektor laser, semikonduktor dan finansial.”
Lin Chia-lung secara khusus menyoroti peran Lituania yang akan menjabat sebagai Presiden Dewan Uni Eropa pada tahun 2027 mendatang. Oleh karena itu, ia sangat berharap kedua negara dapat memperdalam kerja sama di sektor industri strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, energi hijau, dan pesawat nirawak, demi bersama-sama memperkuat ketahanan rantai pasokan demokrasi di tingkat global.
Lebih lanjut, Lin Chia-lung mengungkapkan bahwa dalam tiga kunjungan terakhirnya ke Eropa baru-baru ini, ia menyaksikan langsung bagaimana hubungan Taiwan dan Eropa terus bertumbuh. Di tengah dinamika pergeseran geopolitik dan restrukturisasi rantai pasokan global, Taiwan telah membuktikan nilai strategisnya yang tak tergantikan di kubu demokrasi. Ia pun berharap dapat bergandengan tangan dengan Eropa untuk mengoptimalkan keunggulan di sektor kecerdasan buatan dan semikonduktor, guna membangun rantai pasokan non-merah yang jauh lebih tangguh.