Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Markas Penipuan di Hotel Bintang Lima Terbongkar: 182 Warga Taiwan Ditangkap dalam Penggerebekan Besar di Kamboja

15/04/2026 14:29
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Markas Penipuan di Hotel Bintang Lima Terbongkar: 182 Warga Taiwan Ditangkap dalam Penggerebekan Besar di Kamboja (Pixabay)
Markas Penipuan di Hotel Bintang Lima Terbongkar: 182 Warga Taiwan Ditangkap dalam Penggerebekan Besar di Kamboja (Pixabay)

Sebuah operasi penegakan hukum berskala besar yang digelar oleh kepolisian Kamboja telah berhasil membongkar sindikat penipuan telekomunikasi internasional yang menjadikan sebuah hotel bintang lima di Phnom Penh sebagai markasnya.

Dalam penggerebekan dramatis di Wyndham Grand Phnom Penh Capital, petugas menangkap total 311 warga negara asing, di mana mayoritas di antaranya, yakni sebanyak 182 orang, teridentifikasi sebagai warga negara Taiwan.

Operasi penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Phnom Penh, Khuong Sreng, ini merupakan pukulan telak bagi jaringan kejahatan transnasional yang telah lama beroperasi dari Kamboja. Berdasarkan laporan dari media lokal, Cambodia China Times, selain 182 warga Taiwan, pihak berwenang juga menangkap 72 warga negara Tiongkok, 30 warga negara Malaysia, 23 warga negara Vietnam, dan 2 warga negara India. Keberagaman kewarganegaraan para tersangka menunjukkan skala dan kompleksitas dari operasi sindikat penipuan ini.

Dari hasil investigasi awal, terungkap bahwa sindikat ini memiliki modus operandi yang sangat terorganisir dan menargetkan korban secara spesifik. Dengan pembagian tugas yang ketat, para pelaku utamanya menyamar sebagai pejabat pemerintah Taiwan untuk melakukan penipuan terhadap warga Taiwan sendiri.

詐騙台灣人!182台人在柬埔寨被抓據點藏五星飯店

Petugas menangkap total 311 warga negara asing, di mana mayoritas di antaranya, yakni sebanyak 182 orang, teridentifikasi sebagai warga negara Taiwan. Foto: YAHOO

Di lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah besar barang bukti krusial, termasuk stempel-stempel dinas dan stempel identitas palsu yang diduga kuat digunakan untuk meyakinkan para korban dan memuluskan aksi kejahatan mereka.

Modus penipuan yang dijalankan oleh sindikat ini tidak hanya terbatas pada penyamaran sebagai pejabat. Mereka juga terlibat dalam berbagai skema penipuan lainnya, seperti penipuan investasi yang menjanjikan tingkat pengembalian yang tidak masuk akal, serta penipuan yang melibatkan mata uang kripto.

Selain menargetkan warga Taiwan, sindikat ini juga diketahui telah mencatut nama sebuah perusahaan asal Singapura untuk menipu warga negara Malaysia, menunjukkan jangkauan operasi mereka yang melintasi beberapa negara.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita ratusan alat kejahatan, termasuk 615 unit ponsel dan 140 unit laptop, yang menjadi bukti skala besar dari operasi mereka. Yang lebih mengkhawatirkan, polisi juga menemukan adanya indikasi keterlibatan narkoba di lokasi penggerebekan, menambah lapisan kejahatan lain dalam kasus ini.

Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada departemen terkait untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini kini memasuki tahap investigasi mendalam untuk mengungkap seluruh jaringan dan dalang di balik salah satu sindikat penipuan terbesar yang pernah dibongkar di Kamboja.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解