Saat menerima para pemenang Penghargaan Youduo (Young Child Excellence Award) ke-33 pada Selasa kemarin (14/3), Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) menyatakan bahwa penurunan angka kelahiran merupakan tantangan besar yang tengah dihadapi Taiwan saat ini. Oleh karena itu, pemerintah mendorong kebijakan Negara Turut Membesarkan Anak Usia 0 hingga 6 Tahun versi 2.0.
Pemerintah juga berupaya menstabilkan kehidupan tenaga pendidik dan pengasuh melalui penyaluran tunjangan anak, perluasan sumber daya taman kanak-kanak negeri dan semi-negeri, serta penyesuaian gaji dan subsidi yang nyata. Pemerintah berharap dapat bekerja sama dengan seluruh pemenang di masa mendatang untuk menciptakan lingkungan pendidikan dan perawatan anak usia dini yang lebih berkualitas.
Hsiao Bi-khim menerima para Pemenang Penghargaan Youduo ke-33 beserta rombongan pendamping dari Asosiasi Promosi Pendidikan Anak Usia Dini Tionghoa di Istana Kepresidenan pada Selasa sore. Dalam pidato sambutannya, Wakil Presiden terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada para pemenang yang berhasil menyisihkan puluhan ribu praktisi dari seluruh penjuru negeri. Menurutnya, hal ini tidak hanya menjadi sebuah kehormatan, tetapi juga bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi profesional mereka, sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas keluarga dan masyarakat.
Wakil Presiden menegaskan bahwa penurunan angka kelahiran adalah tantangan krusial bagi Taiwan saat ini, yang juga menjadi isu bersama di mayoritas negara industri. Menanggapi hal tersebut, Presiden Lai Ching-te (賴清德) menggagas kebijakan Negara Turut Membesarkan Anak Usia 0 hingga 6 Tahun versi 2.0. Melalui penyaluran tunjangan anak serta perluasan kapasitas taman kanak-kanak negeri dan semi-negeri, pemerintah berupaya agar lebih banyak anak dapat menikmati layanan pengasuhan dan lingkungan tumbuh kembang yang terjangkau sekaligus berkualitas.
Di samping itu, melalui penyesuaian gaji yang substansial dan beragam subsidi, pemerintah berharap dapat menjamin kesejahteraan tenaga pendidik dan pengasuh. Langkah ini diharapkan mampu memberikan perawatan yang lebih layak dan aman bagi anak-anak, sekaligus meningkatkan kualitas pengajaran sehingga keahlian profesional para pendidik dapat dioptimalkan.
Lebih lanjut, Wakil Presiden menyoroti kompleksitas dinamika global saat ini. Terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi, lingkungan tumbuh kembang anak menjadi semakin beragam dan penuh tantangan. Oleh karena itu, seluruh tenaga pendidik di lapangan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Implementasi berbagai kebijakan pemerintah, di satu sisi, ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengembangan karier tenaga pendidik dan pengasuh. Di sisi lain, langkah ini merupakan respons terhadap perubahan sosial, dengan harapan dapat membangun fondasi yang kokoh bagi setiap anak dalam menyongsong pembelajaran masa depan dan menghadapi berbagai tantangan di masyarakat.
Wakil Presiden berpandangan bahwa solusi atas krisis penurunan angka kelahiran tidak semata-mata bergantung pada implementasi kebijakan. Lebih dari itu, diperlukan penciptaan ekosistem yang komprehensif dan kondusif agar generasi muda terdorong untuk memiliki dan membesarkan anak. Dengan meringankan beban finansial keluarga dan biaya pendidikan, orang tua dapat membesarkan anak dengan tenang, yang pada gilirannya akan memperkuat dukungan masyarakat secara keseluruhan terhadap generasi penerus.
Wakil Presiden menegaskan bahwa hal ini bukan sekadar target dari Presiden Lai, melainkan juga harapan bersama dari seluruh tenaga profesional yang mendedikasikan diri di sektor pendidikan dan perawatan anak usia dini. Pemerintah berharap dapat bahu-membahu dan melangkah maju bersama seluruh pemenang penghargaan.