Kolom kewarganegaraan pada Kartu ARC (Alien Resident Certificate) Taiwan telah diubah menjadi Korea Selatan pada 1 Maret 2026 lalu. Langkah ini diambil sebagai bentuk balasan atas kartu kedatangan elektronik Korea yang mengerdilkan status Taiwan. Menyusul hal tersebut, Korea menghapus kolom yang salah cantum itu pada 10 April 2026.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada Selasa kemarin (14/3) menyatakan bahwa berdasarkan prinsip resiprokal, pemerintah Taiwan akan tetap mempertahankan format pencantuman saat ini pada kolom kewarganegaraan di Kartu ARC.
Sistem kedatangan elektronik versi terbaru milik Korea telah menghapus kolom yang sebelumnya memicu kontroversi, dan hanya menyisakan data dasar seperti Negara/Wilayah, di mana Taiwan ditampilkan sebagai TAIWAN. MOFA sebelumnya merespons bahwa langkah pihak Korea ini akan memfasilitasi pergerakan dan pertukaran masyarakat kedua negara.
Taiwan menghormati penyesuaian sistem yang dilakukan Korea demi memberikan kemudahan bagi wisatawan dan menyederhanakan prosedur kedatangan, serta berharap kedua belah pihak dapat terus memperdalam hubungan bilateral berlandaskan fondasi yang telah ada.
Namun, dalam konferensi pers rutin MOFA, awak media menanyakan perihal kartu kedatangan elektronik Korea yang sebelumnya salah mencantumkan CHINA (TAIWAN) dan telah direvisi pada tanggal 10 dengan menghapus kolom bermasalah seperti titik keberangkatan sebelumnya dan tujuan berikutnya.
Terkait hal ini, dipertanyakan apakah Taiwan akan mengembalikan penulisan tempat lahir dan tempat tinggal pada Kartu ARC, dari Korea Selatan kembali menjadi Korea.
Juru Bicara MOFA, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉), menjawab bahwa diskusi sebelumnya berfokus pada format pencantuman dalam sistem kedatangan elektronik pihak Korea. Adapun untuk pencantuman pada Kartu ARC, pemerintah Taiwan memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian pada format saat ini, dengan mempertimbangkan prinsip resiprokal serta konsistensi sistem secara keseluruhan.
Sebagai informasi, pada kartu izin tinggal yang diterbitkan Korea untuk warga negara asing, kolom kewarganegaraan bagi warga Taiwan telah dicantumkan sebagai China (Taiwan) selama lebih dari 10 tahun. MOFA telah bernegosiasi dengan pihak Korea mengenai masalah ini selama bertahun-tahun, namun tidak membuahkan hasil.
Taiwan baru mengambil langkah balasan pada 18 Maret tahun ini dengan mengubah pencantuman nama Korea menjadi Korea Selatan pada Kartu ARC. Taiwan juga menegaskan bahwa jika Korea Selatan gagal mengoreksi konten kartu kedatangan elektroniknya pada akhir Maret, penulisan bahasa Inggris untuk Korea Selatan pada formulir kedatangan elektronik Taiwan akan diubah menjadi KOREA (SOUTH).
Pada akhirnya, pemerintah Korea Selatan langsung menghapus kolom titik keberangkatan dan tujuan berikutnya dari kartu kedatangan elektronik mereka, namun pencantuman China (Taiwan) pada kartu registrasi warga negara asing milik Korea Selatan sama sekali tidak diubah.
Di samping itu, awak media juga menyoroti pernyataan Presiden Palau, Surangel Whipps Jr., kepada kantor berita AFP pada tanggal 13. Ia mengungkapkan bahwa otoritas Beijing pernah "secara sangat langsung" meminta Palau untuk memutuskan pengakuan diplomatik terhadap Taiwan, namun Palau menolak campur tangan pihak lain dalam menentukan negara sahabatnya.