Menanggapi respons Kementerian Luar Negeri Tiongkok terhadap sistem digitalisasi keimigrasian Korea Selatan yang mengadopsi “Kebijakan Satu Tiongkok”, saat sidang interpelasi Komite Luar Negeri Yuan Legislatif pada hari Rabu ini (15/4), Wakil Menteri Luar Negeri Chen Ming-chi(陳明祺) menyampaikan, apa yang dimaksud “Kebijakan Satu Tiongkok” oleh Daratan Tiongkok, tidak diakui oleh negara-negara besar di dunia, akan tetapi pihak Tiongkok malah mengklaim ini sebagai konsensus, benar-benar sangat tidak masuk akal.
Sejak Februari tahun lalu, pada kolom “lokasi keberangkatan” dan “destinasi selanjutnya” pada sistem kartu kedatangan elektronik Korea Selatan, menggunakan istilah “China (Taiwan)” untuk Taiwan, dinilai tidak pantas, kemudian Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok kemarin (14/4) merespons isu tersebut dan menyampaikan, Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, diberi keterangan “China (Tiongkok)” adalah hal yang wajar, juga mengharapkan pemerintah Korea Selatan sepenuhnya memahami isu Taiwan menyangkut apa yang dirasakan oleh 1,4 milyar masyarakat Tiongkok, dan berpegang teguh pada prinsip “Kebijakan Satu Tiongkok”.
Wamenlu Chen Ming-chi saat wawancara dalam sidang Yuan Legislatif hari ini (15/4) mengatakan, permasalahan Taiwan menyangkut kepentingan seluruh dunia, sangat penting bagi dunia, Republik Tiongkok Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok tidak saling berafiliasi, juga menjadi fakta yang diakui secara universal. Wamenlu Chen Ming-chi mengatakan, “Yang dimaksud dengan prinsip “Kebijakan Satu Tiongkok”, apa dasarnya tidak diakui oleh negara-negara besar dunia, Tiongkok sendiri mengklaim dan mengemas usulannya sendiri sebagai satu konsensus, benar-benar sangat lucu sekali”.
Berkaitan dengan isu sistem kartu kedatangan elektronik Taiwan-Korea Selatan, Wamenlu Chen Ming-chi mengatakan, pihak Korea memegang prinsip penyederhanaan prosedur, membatalkan kolom “lokasi keberangkatan” dan “destinasi selanjutnya”, dan Taiwan beranggapan ini adalah suatu pendekatan, namun pihanya tetap akan memantau hal terkait penyebutan Taiwan dalam kartu kedatangan bagi warga asing, posisi Taiwan terkait permasalahan ini telah disampaikan kepada Korea Selatan dan mengharapkan, kedua belah pihak melakukan perbaikan pragmatis berdasarkan pada kemitraan bilateral dan hubungan masyarakat antar kedua belah pihak.