Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan puncak, Jepang dan Polandia menekankan akan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (16/4) mengemukakan, ini merupakan pertama kalinya Jepang dan polandia menunjukkan perhatian terhadap situasi di Selat Taiwan melalui pernyataan bersama.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi pada Rabu (15/4) kemarin menggelar pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, di Tokyo. Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut, keduanya kembali menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta mendorong penyelesaian isu lintas Selat secara damai melalui dialog yang konstruktif.
Selain itu, kedua negara juga menentang segala upaya untuk secara sepihak mengubah status quo melalui kekuatan atau paksaan, baik di kawasan Euro-Atlantik, Indo-Pasifik, maupun wilayah-wilayah lain di dunia. Mereka menegaskan jika keamanan kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik saling terkait, serta akan secara aktif menjaga dan memperkuat kerja sama yang erat dengan mitra-mitra berpandangan serupa.
MOFA menyambut baik dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Sebagai negara kunci dalam menjaga serta mendorong keamanan dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik, Taiwan ke depannya akan terus menjunjung konsep “diplomasi komprehensif”, memperkuat kemampuan pertahanan diri, serta memperdalam kerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa, guna bersama-sama mempertahankan tatanan internasional berbasis aturan. Juru Bicara MOFA Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, “Taiwan berlanjut mempromosikan diplomasi komprehensif, bersama mitra internasional yang berpandangan sepaham saling bergandengan tangan mempromosikan demokrasi, perdamaian dan kemakmuran kawasan Indo Pasifik.”
MOFA sebelumnya pada Rabu (1/4) lalu juga telah merilis pernyataan yang menyebutkan Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Wladyslaw Bartoszewski, yang saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota parlemen menyatakan jika Polandia memperhatikan meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan dan menentang segala upaya untuuk secara sepihak mengubah status quo melalui kekuatan atau paksaan. Ini merupakan kali pertama bagi pemerintah Polandia yang secara terbuka menyampaikan sikap mereka terkait isu Selat Taiwan.