Dalam rangka mendorong angka kelahiran, hari Kamis ini (16/4) Presiden Lai Ching-te melakukan kunjungan ke Taman Kanak-kanak Rumah Sakit Memorial Chang Gung di Linkou. Beliau mengatakan, meskipun pemerintah mempromosikan rangkaian kebijakan pengasuhan anak oleh negara dalam usia 0-6 tahun dalam beberapa tahun terakhir, termasuk subsidi reproduksi bantuan, subsidi penitipan anak, subsidi pendidikan, akan tetapi masih perlu ditingkatkan. Presiden Lai mengatakan, pemerintah akan mengusulkan lebih banyak langkah pendukung, termasuk melonggarkan peraturan bangunan, berharap agar lembaga publik maupun swasta akan membangun fasilitas penitipan anak di masa mendatang, memungkinkan anak-anak untuk pergi-pulang kerja bersama orang tua mereka, mengurangi kekhawatiran karyawan dan mendorong mereka bersedia untuk berkeluarga.
Presiden menekankan, penurunan angka kelahiran telah menjadi masalah keamanan nasional, dan pemerintah memiliki tanggung jawab yang tak terhindarkan untuk mengatasinya. Presiden menjelaskan, pemerintah telah mempromosikan berbagai kebijakan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk program subsidi untuk teknologi reproduksi bantuan, pengasuhan anak oleh negara dalam usia 0-6 tahun, mengizinkan keluarga dengan satu anak di bawah 12 tahun untuk mengajukan izin perekrutan asisten rumah tangga asing, program pinjaman pemuda baru, perluasan subsidi sewa, dan pengurangan biaya kuliah dan biaya lainnya untuk perguruan tinggi dan universitas swasta, yang bertujuan agar bisa mengurangi beban generasi muda terkait pendidikan, pekerjaan, dan memulai keluarga. Namun, Presiden juga mengakui bahwa kebijakan pengasuhan anak oleh negara yang terkait, masih perlu diperkuat, oleh karena itu, hari Kamis ini (16/4) Presiden Lai mengunjungi Taman Kanak-kanak Rumah Sakit Memorial Chang Gung untuk belajar dari pengalaman mereka.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Kami berharap di masa depan, perusahaan akan mendirikan fasilitas penitipan anak di dalam lingkungan kerja. Jika menghadapi permasalahan terkait peraturan bangunan, persoalan pendirian dan lainnya, kami akan meminta Kemendagri untuk menghadapi bersama-sama, di dalam kondisi yang aman, kami dapat melonggarkan beberapa peraturan. Kami berharap dengan pendekatan kolaboratif pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta, untuk memastikan setiap karyawan tidak perlu kuatir dan bersedia untuk berkeluarga.”