Pasar keuangan saat ini tengah diselimuti oleh atmosfer optimisme seiring dengan ekspektasi tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif ini memicu tren kenaikan yang berkelanjutan di pasar saham maupun valuta asing. Derasnya aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik membuat nilai tukar NT$ terhadap US$ mengalami apresiasi yang signifikan, kembali menyentuh level NT$31,5.
Meningkatnya selera risiko di kalangan investor membuat dana segar terus mengalir ke pasar saham. Selama tiga hari berturut-turut, investor asing mencatatkan aksi beli bersih yang mencapai NT$44,007 miliar. Masuknya modal dalam jumlah besar ini secara langsung mendongkrak nilai tukar NT$, yang sempat melonjak hingga menyentuh titik tertinggi di NT$31,517 pada pertengahan sesi perdagangan, sebelum akhirnya ditutup pada level NT$31,556.
Para pialang valuta asing mengamati bahwa apresiasi nilai tukar yang terlalu cepat ini memicu respons dari bank sentral. Untuk menjaga stabilitas, bank sentral melakukan intervensi di pasar. Di saat yang bersamaan, para importir memanfaatkan momentum nilai tukar yang sedang tinggi ini untuk membeli US$. Transaksi yang masif ini membuat total volume perdagangan di pasar valuta asing menembus angka US$3,698 miliar.
Secara keseluruhan, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mengurangi sentimen penghindaran risiko di pasar global. Penurunan indeks US$ serta kembalinya aliran dana ke kawasan Asia menjadi katalis utama bagi penguatan NT$. Dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya seperti Renminbi, Yen Jepang, dan Won Korea Selatan, Dolar Taiwan mencatatkan apresiasi yang paling kuat pada periode perdagangan kali ini.