Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Bank Asing: “Status Emas Taiwan” Mungkin Rusak, CPI Mendekati 2%

18/04/2026 12:31
Penulis & Editor: Farini Anwar
Pakar ekonom DBS Group Ma Tie-ying (馬鐵英) .
Pakar ekonom DBS Group Ma Tie-ying (馬鐵英) .

Konflik Timur Tengah mengakibatkan naiknya harga bahan bakar minyak internasional, menimbulkan kekhawatiran inflasi pasar. DBS Bank beberapa hari lalu mengingatkan kondisi emas “pertumbuhan tinggi, inflasi rendah” mungkin akan pecah, dan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Taiwan diperkirakan dari 1,5% akan direvisi naik menjadi 1,9%, untuk Produk Domestik Bruto (PDB) tetap bertahan pada 7%. DBS Bank cabang Taiwan merilis prospek ekonomi dan investasi kuartal kedua tahun 2026, berbagai pandangan tentang ekonomi dan investasi.

Pakar ekonom DBS Group Ma Tie-ying (馬鐵英) mengemukakan, konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran berdampak pada pasar energi global dan rantai pasokan, untuk mengembalikan harga bahan bakar minyak pada kondisi normal setidaknya membutuhkan beberapa bulan, tergantung pada faktor-faktor seperti lewatnya Selat Hormuz dan apakah infrastruktur energi yang rusak telah pulih sepenuhnya, guncangan harga energi diperkirakan akan terus berlanjut hingga kuartal kedua

Ma Tie-ying (馬鐵英) menyampaikan, konflik Timur Tengah mungkin akan meningkatkan inflasi global, membuat perekonomian global menghadapi tantangan “perhentian inflasi”, meskipun Taiwan tidak akan menghadapi situasi ini, tetapi akan memecahkan situasi pada awalnya “pertumbuhan tinggi dan inflasi rendah”, berdasarkan perkiraan DBS Bank, dengan hipotesa hanga minyak Brent rata-rata US$80 per barel maka inflasi pada Mei akan meningkat sekitar 2%, ini akan bertahan hingga Desember, penyebab utama karena pergerakan dari harga minyak dan produk makanan.  

DBS Bank mengemukakan, indek memperlihatkan, meningkatnya inflasi pada kuartal kedua menyebabkan ekspor melemah. Purchasing Managers Index (PMI) Maret memperlihatkan meningkatnya penanam saham, mencapai pada standar awal perang Rusia dan Ukraina tahun 2022, yang mana pada waktu itu ekspor mengalami penurunan kecil. Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen pada Maret melemah, mencerminkan kekhawatiran masyarakat pada perekonomian, situasi keuangan keluarga, pasar saham dan harga barang.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解