Ditjen Klimatologi Sentral Taiwan (CWA) memproyeksikan perubahan cuaca dua tahap yang cukup signifikan pada pekan ini. Hingga tanggal 22 April 2026, kondisi atmosfer yang stabil dengan kandungan uap air yang minim akan mempertahankan cuaca hangat layaknya musim panas di seluruh wilayah Taiwan, dengan kawasan selatan berpotensi mencapai suhu tertinggi 36C.
Namun, memasuki tanggal 23 April 2026, pergerakan front cuaca dari utara yang berpadu dengan dampak sistem awan dan hujan dari selatan Tiongkok akan membalikkan kondisi tersebut secara bertahap, membawa penurunan suhu yang disertai potensi badai petir di berbagai wilayah.
Pada tahap pertama yang berlangsung dari Senin (20/4) hingga Rabu (22/4), cuaca di seluruh Taiwan diprakirakan sebagian besar berawan hingga cerah dengan perbedaan suhu siang dan malam yang cukup besar di belahan barat pulau.
Wilayah pedalaman selatan yang terpengaruh massa udara hangat berpotensi mencatat suhu tertinggi hingga 36C. Pada Selasa (21/4), embusan angin timur laut yang lemah hanya akan sedikit menurunkan suhu di kawasan utara Taoyuan dan Yilan ke kisaran 26C hingga 27C, sementara wilayah lainnya tidak akan merasakan perubahan yang berarti.
Selama periode ini, hujan lokal sesekali hanya akan terjadi di wilayah timur yang menghadap arah angin, sedangkan Kinmen dan Matsu mulai mengalami peningkatan tutupan awan dan hujan singkat sejak Selasa.
Kamis (23/4) menjadi titik balik kondisi cuaca pekan ini. Front cuaca akan bergerak menekan dari utara ke selatan, memicu peningkatan kandungan uap air secara signifikan di seluruh Taiwan. Matsu menjadi wilayah pertama yang akan merasakan badai petir, sementara pulau utama Taiwan beserta Penghu dan Kinmen secara bertahap dari utara ke selatan akan beralih mengalami badai petir singkat dengan intensitas hujan yang semakin menguat menjelang malam.
Wilayah Taitung perlu memberikan perhatian khusus karena posisinya yang berada di sisi bawah angin, dengan suhu tertinggi yang berpotensi menembus 36C dan kemungkinan terjadinya angin fohn sebelum hujan tiba.
CWA menambahkan bahwa Jumat (24/4) hingga Sabtu (25/4) akan menjadi periode dengan curah hujan paling lebat sepanjang pekan ini, akibat dampak ganda dari front cuaca dan sistem awan serta hujan selatan Tiongkok. Seluruh wilayah Taiwan termasuk Penghu dan Kinmen akan rentan terhadap badai petir, dengan intensitas hujan paling nyata di kawasan utara bagian tengah.
Selama periode badai petir berlangsung, hujan deras sesaat dan hembusan angin kencang tidak dapat dikesampingkan. Pengaruh hujan yang berpadu dengan menguatnya angin monsun timur laut akan menyebabkan penurunan suhu yang cukup terasa di berbagai daerah.
Kondisi basah baru akan mereda pada Minggu (26/4), dengan hujan rintik-rintik yang masih tersisa di wilayah timur serta kawasan pegunungan bagian tengah hingga selatan.