Anggota Pax Silica inisiatif Amerika Serikat terus bertambah. Filipina baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk bergabung. Amerika Serikat dan Filipina juga sekaligus mengumumkan rencana untuk membangun Zona Keamanan Ekonomi di Koridor Ekonomi Luzon, guna memperkuat keamanan rantai pasokan dan tata letak industri.
Menanggapi apakah Taiwan berniat untuk berpartisipasi dalam rencana ini, Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada Selasa hari ini (21/4) merespons dengan menyatakan pihaknya menyambut baik langkah AS yang terus memperkuat kerja sama dalam isu keamanan ekonomi dengan para mitra di kawasan. Taiwan akan terus memperluas kerja sama dengan AS dan mitra penting lainnya, guna bersama-sama membangun rantai pasokan yang aman dan tangguh.
Filipina dan Belanda baru-baru ini secara berturut-turut bergabung dengan Pax Silica Amerika Serikat, masing-masing menjadi negara penandatanganan ke 13 dan 14. Khusus untuk Filipina, keduanya juga mengumumkan akan bekerja sama mendirikan Zona Keamanan Ekonomi.
Juru Bicara MOFA, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉), menyatakan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat pada bulan Januari lalu telah menandatangani Deklarasi Pax Silica dan Pernyataan Bersama Kerja Sama Keamanan Ekonomi Taiwan-AS. Hal ini tidak hanya menjadi pengaturan kerangka kerja bagi partisipasi Taiwan dalam Pax Silica, tetapi juga membantu kedua belah pihak memperdalam kerja sama keamanan ekonomi.
Hsiao Kuang-wei mengatakan, "Oleh karena itu, di masa depan pihak kami akan terus memperluas kerja sama dalam isu-isu terkait ini dengan Amerika Serikat dan mitra penting terkait lainnya. Tujuan kami adalah berharap dapat bersama-sama membangun rantai pasok yang aman dan tangguh. Jika ada perkembangan lebih lanjut nantinya, kami akan menjelaskannya kepada publik pada waktu yang tepat."
Menteri MOFA Lin Chia-lung (林佳龍) baru-baru ini secara khusus menyebutkan Zona Keamanan Ekonomi ini saat mengunggah postingan di Facebook. Ia berpendapat bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan teknologi terdepan di dunia, Taiwan memiliki kekuatan industri manufaktur yang komprehensif, sementara Filipina memiliki lahan yang berlimpah dan tenaga kerja berkualitas.
Jika keunggulan ketiga pihak ini dapat diintegrasikan, hal ini tidak hanya akan membantu memperkuat ketangguhan rantai pasok demokrasi global, tetapi juga akan lebih jauh mendorong perdamaian dan kemakmuran di kawasan.