Presiden Lai Ching-te hari ini (21/4) bertemu dengan rombongan pakar yang dipimpin oleh John Hamre, Ketua Center for Strategic and International Studies (CSIS). Dalam kata sambutannya Presiden Lai Ching-te mengemukakan, Undang-Undang Hubungan Taiwan (Taiwarn Relation Act/TRA) genap 47 tahun pada tanggal 10 April kemarin, beliau berterima kasih kepada pemerintah Amerika Serikat yang berkomitmen dan memberikan dukungan pada Taiwan berdasarkan pada “UU Hubungan Taiwan” dan “Enam Jaminan (Six Assurances)” bahkan dalam kongres pada Maret lalu, Amerika Serikat kembali menekankan pentingnya kestabilan perdamaian Selat Taiwan.
Presiden Lai Ching-te menekankan, Taiwan berada di garis depan pertahanan demokrasi dan ancaman otoritarianisme merupakan kenyataan sehari-hari bagi masyarakat Taiwan, serta CSIS layaknya lampu sorot yang kuat, melalui pelatihan perang akurat, analisis poltik dan masukan internasional, agar dunia memahami pentingnya stabilitas perdamaian di Selat Taiwan bagi kemakmuran global, untuk itu beliau berterima kasih kepada CSIS atas keprihatinan terhadap masalah keamanan Selat Taiwan selama jangka panjang, menjadikan Taiwan tidak sendirian dan membuat negara-negara otoriter ketakutan.
Presiden Lai Ching-te menyampaikan, baik itu adalah keamanan nasional Taiwan, kestabilan perdamaian Indo Pasifik maupun perkembangan demokrasi global, rakyat Taiwan sangat yakin bahwa perdamaian bergantung pada kekuatan, dan kekuatan adalah parit perdamaian. Untuk itu Taiwan agresif dalam meningkatkan kekuatan pertahanan nasional, membangun ketahanan seluruh rakyat, dan berdasarkan tingkat perbandingan standar Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), menaikkan tingkatan perbandingan ketahanan nasional tahunan untuk tahun 2026 ini menjadi di atas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dan merencanakan akan mencapai 5% pada tahun 2030, selain itu pemerintah juga akan mengusung anggaran khusus pertahanan nasional sebesar USD40 milyar untuk jangka waktu 8 tahun.
John Hamre menyampaikan, ia sangat senang dapat melihat Taiwan bersedia untuk memikul tanggung jawab pertahan diri dan membuat komitmen yang sangat besar dalam pencapaian tujuan ini. Taiwan tidak saja memperkuat peralatan militernya, melainkan juga memperkuat ketahanan pertahanan seluruh masyarakat, ia sangat terkesan dengan hal ini.