Bagi jutaan pekerja kantoran yang selalu beralasan tidak punya waktu untuk berolahraga, sebuah penelitian terbaru menghadirkan kabar yang patut mendapat perhatian serius. Kepala Klinik Lianxin, Yen Tso-hua (顏佐樺), menyampaikan bahwa hasil penelitian terkini di bidang kedokteran olahraga menunjukkan bahwa aktivitas fisik berintensitas tinggi yang singkat, bahkan hanya lima menit setiap hari, sudah mampu memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.
Temuan ini berpotensi mengubah cara pandang masyarakat terhadap konsep olahraga yang selama ini kerap dianggap harus berlangsung lama agar efektif.
Konsep yang menjadi dasar temuan ini dikenal dengan istilah Aktivitas Fisik Gaya Hidup Intermiten yang Kuat atau VILPA (Vigorous Intermittent Lifestyle Physical Activity). Yen Tso-hua menjelaskan bahwa inti dari konsep VILPA adalah bahwa seseorang tidak harus memiliki rutinitas olahraga yang terstruktur dan terjadwal untuk mendapatkan manfaat kesehatan.
Cukup dengan menambahkan aktivitas singkat namun berintensitas tinggi dalam kehidupan sehari-hari, manfaat kesehatan yang mendekati olahraga teratur tetap dapat diraih. Contoh aktivitas yang masuk dalam kategori VILPA antara lain menaiki tangga dengan cepat, berlari mengejar bus, mengangkat barang berat, atau mempercepat ritme dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Meskipun durasi setiap aktivitas sangat singkat dan tampak terpecah-pecah, selama intensitasnya cukup tinggi, dampaknya terhadap kesehatan tetap nyata dan terukur.
Kesimpulan tersebut didasarkan pada analisis data berskala besar dari UK Biobank yang melibatkan lebih dari 25.000 peserta dengan usia rata-rata sekitar 61,8 tahun dan tidak memiliki kebiasaan berolahraga secara rutin. Tim peneliti melakukan pelacakan selama hampir tujuh tahun, dengan pencatatan aktivitas fisik sehari-hari yang akurat menggunakan sensor berbentuk gelang yang dikenakan oleh para peserta.
Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan tiga kali VILPA setiap hari dengan akumulasi waktu sekitar empat hingga lima menit, risiko kematian secara keseluruhan dan kematian akibat kanker dapat diturunkan sekitar 26% hingga 30%. Yang lebih mencolok, penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular bahkan mencatatkan angka yang lebih tinggi dari kedua kategori tersebut. Penelitian ini secara tegas menyimpulkan bahwa bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan berolahraga, manfaat kesehatan dari olahraga mikro eksplosif semacam ini tidak kalah dengan mereka yang secara khusus meluangkan waktu pergi ke pusat kebugaran.
Yen Tso-hua merumuskan empat prinsip praktis untuk menerapkan konsep VILPA dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, manfaatkan waktu luang yang terpecah-pecah tanpa perlu sengaja meluangkan jadwal khusus, menaiki tangga dengan cepat atau melakukan jumping jack singkat sudah cukup untuk meningkatkan detak jantung selama satu hingga dua menit.
Kedua, terapkan prinsip akumulasi sedikit namun sering, dengan target tiga hingga empat kali aktivitas kuat per hari yang totalnya sekitar lima menit. Ketiga, prioritaskan intensitas di atas durasi, indikator yang perlu dicapai adalah kondisi sedikit panas, sedikit terengah-engah, dan detak jantung berdebar lebih cepat dari biasanya.
Keempat, bangun ketangguhan secara bertahap, terutama bagi mereka yang mengalami nyeri sendi kronis atau terbiasa duduk dalam waktu lama, dengan memulai dari aktivitas ledakan mikro beberapa kali sehari sebagai langkah paling sederhana untuk memperkuat fungsi jantung, paru-paru, dan stabilitas otot secara bertahap.