Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

MOFA Mengecam Prinsip Satu Tiongkok terkait Penarikan Pesawat Khusus

22/04/2026 14:11
Penulis & Editor: Yunus Hendry
MOFA Mengecam Prinsip Satu Tiongkok terkait Penarikan Pesawat Khusus (CNA)
MOFA Mengecam Prinsip Satu Tiongkok terkait Penarikan Pesawat Khusus (CNA)

Menanggapi penarikan izin penerbangan pesawat kepresidenan secara tiba-tiba oleh Republik Seychelles dan Madagaskar berdasarkan “Prinsip Satu Tiongkok”, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) dengan tegas menyanggah kekeliruan yang merendahkan kedaulatan Taiwan, memprotes keras kepatuhan terhadap Tiongkok dengan tindakan yang menantang norma internasional dan keselamatan penerbangan. Perlu ditegaskan, bahwa Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara demokrasi yang berdaulat dan merdeka, dan tidak tunduk kepada Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Pernyataan apa pun yang berupaya mendiskreditkan status kedaulatan Taiwan tidak dapat mengubah status quo objektif yang diakui secara internasional di Selat Taiwan.

Komite Keamanan Nasional menyampaikan, Presiden Lai Ching-te menunda perjalanannya ke Eswatini karena 3 negara, yaitu Republik Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar membatalkan izin penerbangan Taiwan tanpa peringatan.

Republik Seychelles dan Madagaskar mengklaim bahwa tindakan mereka didasarkan pada penolakan untuk mengakui kedaulatan Taiwan dan kepatuhan pada “Prinsip Satu Tiongkok”. Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) percaya, bahwa pernyataan Republik Seychelles dan Madagaskar sepenuhnya menunjukkan bahwa Tiongkok adalah dalang di balik insiden ini. MOFA mengecam keras campur tangan politik Tiongkok yang terang-terangan dalam operasi normal penerbangan sipil internasional dan politisasi serta penggunaan Wilayah Informasi Penerbangan (FIR) sebagai senjata. Pada saat yang sama, MOFA menyampaikan protes keras terhadap pernyataan Republik Seychelles dan Madagaskar yang mengikuti arahan Tiongkok, menantang norma umum internasional serta keselamatan penerbangan.

MOFA dengan sungguh-sungguh memanggil komunitas internasional untuk menghadapi praktek lama Tiongkok yang menggunakan koersi ekonomi dan cara-cara lain untuk mengubah kebijakan kedaulatan mereka. Hal ini tidak hanya terus menantang perdamaian dan norma internasional, tapi juga secara terang-terangan mencampuri urusan internal negara lain. Juru bicara MOFA, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, “Republik Tiongkok (Taiwan) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak saling tunduk satu sama lain. Kedaulatan Taiwan adalah miliki seluruh masyarakat Taiwan, kedua belah pihak tidak saling tunduk satu sama lain, adalah fakta objektif dan kenyataan yang diakui oleh komunitas internasional.”

MOFA menekankan, Republik Tiongkok adalah negara yang berdaulat dengan hak untuk berinteraksi dengan dunia. Hal ini tidak dapat disangkal dan dihalangi oleh negara mana pun. Taiwan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kerajaan Eswatini, selain juga berterima kepada semua sekutu serta negara-negara yang sepaham yang telah membantu dalam proses mediasi. Taiwan akan terus memperdalam kerja sama dengan negara-negara yang sepaham, tanpa tergoyahkan, dalam tekadnya untuk mendunia dan agar dunia datang ke Taiwan karena tekanan eksternal.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解