Menanggapi penarikan izin penerbangan pesawat kepresidenan secara tiba-tiba oleh Republik Seychelles dan Madagaskar berdasarkan “Prinsip Satu Tiongkok”, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) dengan tegas menyanggah kekeliruan yang merendahkan kedaulatan Taiwan, memprotes keras kepatuhan terhadap Tiongkok dengan tindakan yang menantang norma internasional dan keselamatan penerbangan. Perlu ditegaskan, bahwa Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara demokrasi yang berdaulat dan merdeka, dan tidak tunduk kepada Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Pernyataan apa pun yang berupaya mendiskreditkan status kedaulatan Taiwan tidak dapat mengubah status quo objektif yang diakui secara internasional di Selat Taiwan.
Komite Keamanan Nasional menyampaikan, Presiden Lai Ching-te menunda perjalanannya ke Eswatini karena 3 negara, yaitu Republik Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar membatalkan izin penerbangan Taiwan tanpa peringatan.
Republik Seychelles dan Madagaskar mengklaim bahwa tindakan mereka didasarkan pada penolakan untuk mengakui kedaulatan Taiwan dan kepatuhan pada “Prinsip Satu Tiongkok”. Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) percaya, bahwa pernyataan Republik Seychelles dan Madagaskar sepenuhnya menunjukkan bahwa Tiongkok adalah dalang di balik insiden ini. MOFA mengecam keras campur tangan politik Tiongkok yang terang-terangan dalam operasi normal penerbangan sipil internasional dan politisasi serta penggunaan Wilayah Informasi Penerbangan (FIR) sebagai senjata. Pada saat yang sama, MOFA menyampaikan protes keras terhadap pernyataan Republik Seychelles dan Madagaskar yang mengikuti arahan Tiongkok, menantang norma umum internasional serta keselamatan penerbangan.
MOFA dengan sungguh-sungguh memanggil komunitas internasional untuk menghadapi praktek lama Tiongkok yang menggunakan koersi ekonomi dan cara-cara lain untuk mengubah kebijakan kedaulatan mereka. Hal ini tidak hanya terus menantang perdamaian dan norma internasional, tapi juga secara terang-terangan mencampuri urusan internal negara lain. Juru bicara MOFA, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, “Republik Tiongkok (Taiwan) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak saling tunduk satu sama lain. Kedaulatan Taiwan adalah miliki seluruh masyarakat Taiwan, kedua belah pihak tidak saling tunduk satu sama lain, adalah fakta objektif dan kenyataan yang diakui oleh komunitas internasional.”
MOFA menekankan, Republik Tiongkok adalah negara yang berdaulat dengan hak untuk berinteraksi dengan dunia. Hal ini tidak dapat disangkal dan dihalangi oleh negara mana pun. Taiwan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kerajaan Eswatini, selain juga berterima kepada semua sekutu serta negara-negara yang sepaham yang telah membantu dalam proses mediasi. Taiwan akan terus memperdalam kerja sama dengan negara-negara yang sepaham, tanpa tergoyahkan, dalam tekadnya untuk mendunia dan agar dunia datang ke Taiwan karena tekanan eksternal.