Kebiasaan mengorek telinga setiap hari yang dianggap sebagai rutinitas kebersihan biasa ternyata menyimpan risiko kesehatan yang jauh lebih serius dari yang dibayangkan. Dokter spesialis telinga hidung tenggorok (THT), Chang Yi-hao (張益豪), menyatakan bahwa kebiasaan tersebut memiliki mekanisme kerusakan yang serupa dengan kebiasaan mengunyah pinang.
Dalam proses kerusakan dan perbaikan jaringan yang berulang secara terus-menerus, mukosa saluran telinga rentan mengalami peradangan kronis yang pada akhirnya dapat memicu perubahan sel menjadi kanker.
Chang Yi-hao menjelaskan bahwa mengorek telinga terlalu sering juga dapat mendorong kotoran telinga, sel epitel, dan lapisan tanduk semakin masuk ke dalam, menekan tulang tengkorak, tulang saluran telinga luar, serta tulang rawan telinga.
Kondisi ini dapat menyebabkan kelainan bentuk struktur tulang secara bertahap. Ia juga membagikan sebuah kasus medis yang cukup menggambarkan risiko nyata dari kebiasaan ini, yakni seorang kakek yang dengan penuh kasih sayang membantu sang nenek mengorek telinga, tanpa sengaja menarik keluar gendang telinga sang nenek, menyebabkan kehilangan pendengaran selama tiga bulan.
Chang Yi-hao menambahkan bahwa jika korekkan masuk sedikit lebih dalam dan melukai tiga tulang pendengaran kecil atau osikel auditori di belakang gendang telinga, maka kerusakan pendengaran yang ditimbulkan bisa bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan.
Chang Yi-hao menegaskan bahwa sejumlah gejala pada telinga tidak boleh diabaikan dan memerlukan penanganan medis segera, antara lain keluarnya nanah dari telinga, rasa nyeri, pembengkakan, penurunan kemampuan pendengaran, telinga berdenging, hingga rasa pusing.
Ia mengingatkan bahwa telinga sebenarnya memiliki mekanisme pembersihan alami, yakni kotoran telinga akan bergerak keluar dengan sendirinya seiring dengan gerakan rahang saat berbicara dan mengunyah, sehingga intervensi manual yang terlalu sering justru kontraproduktif.
Dokter Chang Yi-hao menekankan bahwa jika memang merasa perlu membersihkan telinga, frekuensinya sebaiknya dibatasi dan dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan alat yang tepat. Untuk kasus kotoran telinga yang menumpuk berlebihan atau mengeras, penanganan yang paling aman adalah dengan memeriksakan diri ke dokter THT agar dapat dibersihkan secara profesional, daripada mencoba membersihkannya sendiri secara agresif yang justru berisiko menimbulkan cedera serius pada struktur telinga yang sangat sensitif.