(Taiwan, ROC) -- Menurut laporan dari Visual Capitalist, kenaikan harga bensin global menyoroti betapa sensitifnya pasar energi terhadap guncangan geopolitik.
Gangguan apa pun di jalur tersebut dapat dengan cepat berdampak ke seluruh pasar Asia. Yang memperparah situasi, banyak negara di Asia Tenggara tidak memiliki cadangan energi domestik yang memadai, sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan risiko gangguan pengiriman.
Berdasarkan peringkat, lima negara dengan kenaikan harga tertinggi adalah Myanmar (101,1%), Filipina (72,6%), Malaysia (68,1%), Laos (45,6%), dan Zimbabwe (42,9%).
Taiwan terpantau berada di peringkat ke-48 dengan kenaikan sekitar 18,1% selama periode 23 Februari hingga 13 April 2026. Posisi ini berada di bawah Jamaika (18,2%), namun di atas Latvia (17,7%) dan Ukraina (17,5%).
Sementara itu, lima negara dengan kenaikan paling kecil (bahkan penurunan) adalah Madagaskar (-3,9%), Zambia (-2,6%), Barbados (-1,1%), Kolombia (-0,7%), dan India (-0,1%).