Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu (韓國瑜), Senin kemarin (27/4) mengumpulkan fraksi partai berkuasa dan oposisi untuk ketiga kalinya guna merundingkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Khusus Pertahanan Nasional. Namun, kedua belah pihak masih belum mencapai konsensus dan akan kembali berunding pada pekan depan. Bahkan, beredar kabar bahwa RUU tersebut mungkin baru akan diproses setelah Pertemuan Trump-Xi. Menanggapi hal ini, Juru Bicara Istana Kepresidenan, Karen Kuo (郭雅慧), Selasa hari ini (28/4) menyatakan bahwa gangguan dari Tiongkok masih terus berlangsung, sehingga Taiwan harus memperkuat kemampuan pertahanan dirinya. Dunia internasional juga sangat menaruh perhatian pada sikap Taiwan. RUU Khusus Pertahanan Nasional tidak boleh ditunda lagi. Ia berharap Yuan Legislatif dapat mengesampingkan perbedaan partai agar RUU tersebut dapat segera disahkan.
Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu, pada Senin sore kemarin kembali mengumpulkan fraksi partai berkuasa dan oposisi untuk merundingkan RUU Khusus Pertahanan Nasional. Meskipun pembahasan telah memasuki pasal-pasal krusial, termasuk item pengadaan dan alokasi anggaran, perbedaan pandangan antara versi pemerintah dan oposisi masih sangat besar. Setelah berdiskusi selama sekitar 70 menit, belum ada konsensus konkret yang dicapai. Sejumlah media melaporkan bahwa Han Kuo-yu akan kembali mengadakan perundingan pada 6 Mei 2026 mendatang.
Jika pan Biru dan Putih mencapai kesepakatan tertentu pada saat itu, tidak menutup kemungkinan RUU tersebut akan diproses melalui pemungutan suara di sidang pada 8 Mei 2026. Namun, jika masih terdapat perbedaan pendapat di internal pan Biru, besar kemungkinan RUU tersebut baru akan diproses setelah Pertemuan Trump-Xi.
Juru Bicara Istana Kepresidenan, Karen Kuo, menanggapi kemungkinan penundaan RUU Khusus Pertahanan Nasional hingga pasca Pertemuan Trump-Xi, ia menegaskan memang sudah tidak seharusnya ditunda lagi.
Karen Kuo mengatakan, "Sebelumnya dikatakan untuk menunggu Kuomintang selesai berkunjung ke Tiongkok baru akan disahkan. Namun, mereka sudah pergi dan sudah kembali. Sekarang malah dikatakan harus menunggu setelah Pertemuan Trump-Xi baru dibahas. Apa lagi alasan berikutnya?"
Karen Kuo juga menyampaikan bahwa dalam proses perundingan antara partai berkuasa dan oposisi, RUU Khusus Pertahanan Nasional kembali tertunda. Padahal, Tiongkok terus melakukan gangguan di perairan barat daya Taiwan, sehingga Taiwan harus memperkuat kemampuan pertahanan dirinya.
Karen Kuo mengatakan, "Di satu sisi, karena gangguan Tiongkok masih terus berlangsung, kita harus memperkuat kemampuan pertahanan diri. Di sisi lain, dunia internasional juga sangat menaruh perhatian pada sikap Taiwan, apakah kita peduli dengan kemampuan pertahanan diri kita sendiri."
Karen Kuo kembali menyerukan kepada Yuan Legislatif bahwa hampir 70% opini publik Taiwan mendukung penguatan pertahanan nasional. Ia berharap Yuan Legislatif, tanpa memandang latar belakang partai, dapat bersama-sama berkontribusi demi penguatan pertahanan nasional, sehingga RUU Khusus Pertahanan Nasional dapat segera disahkan.