Taiwan dikenal sebagai negara dengan kepadatan toko waralaba (minimarket) tertinggi di dunia, dan kemudahan akses makanan siap saji telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern yang sibuk. Namun di balik kepraktisan tersebut, Kepala Klinik Wenxin Taoyuan, Dokter Tai Hsiao-fu (戴曉芙), mengeluarkan peringatan serius melalui platform media sosialnya. Ia menyatakan bahwa sebagian besar makanan yang dijual di minimarket tergolong makanan ultra-proses, dan konsumsi dalam jumlah besar serta jangka panjang terbukti secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.
Dokter Tai Hsiao-fu menjelaskan bahwa makanan ultra-proses bukan sekadar makanan olahan biasa. Istilah ini merujuk pada produk yang telah melalui berbagai proses industri intensif dan ditambahkan dengan sejumlah besar zat kimia, sehingga wujud asli dan nilai gizi makanan tersebut berubah drastis hingga tidak lagi dapat dikenali.
Biskuit, mi instan, susu aneka rasa, minuman manis, daging olahan seperti sosis dan hot dog, serta makanan penutup siap saji yang dipanaskan dengan microwave, hampir semuanya masuk dalam kategori ini. Saat membalik kemasan camilan untuk membaca label komposisi, Dokter Tai Hsiao-fu menemukan bahwa selain bahan dasar seperti gula, minyak, dan tepung, daftar bahan hampir selalu dipenuhi dengan perisa, pengental, pemanis, pewarna, dan pengawet.
Dasar ilmiah dari peringatan ini bukan sekadar asumsi. Dokter Tai Hsiao-fu mengutip sebuah penelitian berskala besar yang dilakukan terhadap tiga generasi di Amerika Serikat, yang menemukan bahwa semakin tinggi proporsi makanan ultra-proses dalam pola makan seseorang, semakin signifikan pula peningkatan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner.
Analisis data lanjutan dari penelitian yang sama juga membuktikan bahwa peluang terjadinya stroke pada kelompok dengan konsumsi makanan ultra-proses tinggi meningkat secara nyata dibandingkan kelompok yang mengonsumsinya lebih sedikit.
Menghadapi godaan makanan praktis yang ada di mana-mana, Dokter Tai Hsiao-fu tidak menganjurkan pendekatan ekstrem. Ia menekankan tiga langkah konkret yang dapat diterapkan secara bertahap. Pertama, kurangi konsumsi minuman olahan dan gantikan dengan air putih atau minuman tanpa gula. Kedua, hindari camilan yang melalui proses pemurnian, penggorengan, serta daging olahan.
Dan ketiga, tingkatkan proporsi makanan utuh atau whole foods dalam setiap makan besar, seperti sayuran segar, potongan daging utuh, dan telur, yang masih terlihat wujud aslinya. Menyesuaikan struktur pola makan sedini mungkin, menurut Dokter Tai Hsiao-fu, adalah kunci paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit serius di kemudian hari.