Komite Alokasi Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat meloloskan Rancangan Alokasi Anggaran Keamanan Nasional, Kementerian Luar Negeri dan Proyek Terkait 2027, yang isinya mencakup dukungan bagi Taiwan dalam keikutsertaan di berbagai organisasi serta di bawah program pendanaan militer asing akan memberikan bantuan kepada Taiwan sebesar US$500 juta.
Berdasarkan pers rilis yang dikeluarkan Komite Alokasi DPR AS, Komite mengelar rapat RUU terkait pada tanggal 28 April dan akhirnya dengan 35 suara setuju lawan 27 suara meloloskan RUU ini.
Komite mengemukakan, RUU Alokasi Anggaran Keamanan Nasional, Kementerian Luar Negeri dan Proyek Terkait tahun 2027 menganggarkan dana sebesar US$47,32 milyar, berkurang sebesar US$2,67 milyar (sekitar 6%) dibandingkan dengan tahun 2026, hal ini mencerminkan bahwa Amerika lebih mendahulukan masalah Amerika sendiri dulu.
Komite menyampaikan, meskipun dilihat secara keseluruhan, anggaran mengalami penurunan, tetapi anggaran dukungan bagi Israel, Yordan, Mesir dan Taiwan serta mitra AS lainnya tetap kuat, dan melawan musuhnya seperti Partai Komunis Tiongkok, Iran, Kuba dan sindikat narkoba.
Anggota Komite dari Partai Republik AS, Mario Diaz-Balart menyampaikan, “Jika Anda adalah sahabat atau mitra Amerika Serikat maka anggaran ini akan mendukung Anda. Apabila Anda adalah musuh atau bersekutu dengan musuh kami, maka Anda tidak akan suka dengan RUU ini.”
Mario Diaz-Balart juga mengemukakan, anggaran untuk ini tetap dipertahankan sebesar US$1,8 milyar untuk digunakan bagi mitra di Indo Pasifik, termasuk di antaranya bantuan kemiliteran Taiwan sebesar US$ 500 juta, serta dana yang disediakan untuk Filipina dan mitra AS di kawasan Samudera Pasifik.
Dari informasi yang diberikan komite menunjukkan, inti dari RUU juga termasuk dukungan bagi keikutsertaan Taiwan dalam berbagai organisasi, serta rencana bantuan kepada Taiwan sebesar US$500 juta di bawah program pendanaan militer asing.
Berdasarkan hukum Amerika Serikat, RUU masih memerlukan persetujuan dan diloloskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Amerika Serikat, baru kemudian ditandatangani oleh presiden sebelum menjadi Undang-Undang yang dapat diberlakukan.