Kawasan komersial Ximending dan Zhongshan di Taipei akan memasuki era baru mulai Juni 2026. Pemerintah Kota Taipei di bawah kepemimpinan Wali Kota Chiang Wan-an (蔣萬安)secara resmi mengimplementasikan program Kota Bebas Asap Rokok Taipei dengan mengadopsi model "pada prinsipnya dilarang, dengan pengecualian dibuka". Ini menjadi pergeseran mendasar dari pendekatan konvensional yang hanya menetapkan zona bebas rokok di titik-titik tertentu.
Warga yang kedapatan merokok sembarangan di luar area yang ditetapkan akan dikenakan denda antara NT$2.000 hingga NT$10.000 berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Bahaya Tembakau.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota membangun lima area merokok tekanan negatif luar ruangan, masing-masing tiga titik di Ximending dan dua titik di kawasan komersial Zhongshan. Tiga lokasi di Ximending masing-masing terletak di trotoar depan Partyworld Cabang Zhonghua, depan gerai langsung Taiwan Salt Crispy Chicken Ximen, dan depan toko Watsons Ximen.
Pembangunan kelima titik tersebut telah selesai dan kini memasuki tahap pengujian peralatan sebelum resmi beroperasi. Ke depannya, program ini akan diperluas ke kawasan komersial lain, stasiun, taman, serta jalan-jalan utama seperti Dunhua North dan Dunhua South Road serta Xinyi Road.
Kebijakan ini bukan tanpa preseden. Festival Lentera Taipei 2026 telah menjadi ajang pertama yang menerapkan larangan merokok secara menyeluruh sebagai uji coba, dan hasilnya dinilai cukup positif untuk dijadikan landasan perluasan program. Prinsip yang diterapkan berarti merokok hanya diperbolehkan di lokasi-lokasi yang secara eksplisit ditetapkan, bukan sebaliknya.
Respons publik terhadap kebijakan ini terbilang positif. Di berbagai platform media sosial, warganet ramai-ramai memberikan dukungan. "Ximending akhirnya akan bebas asap rokok secara menyeluruh," tulis seorang pengguna.
Yang lain menimpali, "Semoga bisa dipopulerkan di seluruh Taiwan, keluar rumah di mana-mana ada perokok rasanya seperti negara terbelakang."
Sejumlah warganet juga mengingatkan agar penegakan denda dilakukan secara konsisten. "Kebijakan yang baik memang, tapi semoga denda bisa diterapkan dengan ketat," ujar salah satu komentar yang mendapat banyak respons positif.