Sebuah unggahan di platform Threads baru-baru ini memantik diskusi yang tidak terduga di kalangan warganet Taiwan. Seorang pengguna perempuan mempertanyakan apakah kebiasaannya menyeka bokong hingga benar-benar tidak ada warna yang tersisa di tisu toilet adalah hal yang normal, dan mendapati bahwa banyak orang di sekitarnya tidak melakukan hal yang sama. Pertanyaan sederhana itu berujung pada perdebatan panjang, hingga mendorong dokter bedah kolorektal Chen Wei-chih (陳威智) angkat bicara untuk meluruskan kesalahpahaman yang rupanya cukup umum di masyarakat.
Chen Wei-chih menegaskan bahwa mengejar kebersihan ekstrem dengan menyeka berulang kali hingga tisu benar-benar putih bersih bukan hanya tidak perlu, tetapi justru kontraproduktif. Dari sudut pandang anatomi, anus memiliki banyak lipatan yang tidak mungkin dijangkau sepenuhnya oleh tisu toilet, sehingga kemurnian 100% secara fisik memang tidak dapat dicapai. Gesekan berulang yang terlalu kuat justru berisiko merusak jaringan mukosa yang halus, memicu kemerahan, bengkak, nyeri, bahkan infeksi lanjutan.
"Dikhawatirkan anus Anda akan menangis sekaligus memerah," ujar Chen Wei-chih secara lugas.
Sebagai panduan praktis, Chen Wei-chih merekomendasikan metode satu celup, dua seka, tiga putar, baik menggunakan tisu kering maupun basah. Ia menjelaskan bahwa selama warna yang tersisa di tisu sudah sangat pudar, kondisi tersebut sudah memenuhi standar kebersihan yang memadai dan tidak akan meninggalkan noda pada pakaian dalam. Pembersihan mendalam cukup dilakukan saat mandi setiap hari. Bagi pengguna tisu basah, Chen Wei-chih mengingatkan untuk memilih produk bebas alkohol guna menghindari iritasi kulit.
Bagi mereka yang memiliki kecenderungan obsesif terhadap kebersihan, Chen Wei-chih merekomendasikan penggunaan toilet bidet sebagai solusi yang lebih aman dan efektif. Ia menyebut tiga manfaat utama, yakni pancaran air mampu menjangkau lipatan kulit yang tidak dapat dijangkau tisu, efek pengeringan udara hangat lebih baik dalam menjaga kondisi kulit tetap kering, dan bilasan air hangat membantu melancarkan sirkulasi darah di sekitar anus sehingga efektif meredakan gejala wasir ringan. Chen Wei-chih menekankan bahwa konsep kebersihan yang benar harus dibangun di atas prinsip tidak melukai kulit, melainkan bukan pada standar visual tisu yang bebas noda.