Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

AIT: Perdalam Kerja Sama Keamanan Siber Taiwan-AS Guna Memastikan Keamanan Rantai Pasok Semikonduktor

05/05/2026 16:59
Penulis & Editor: Farini Anwar
Konferensi Keamanan Siber Taiwan 2026 (CYBERSEC 2026) Foto: CNA
Konferensi Keamanan Siber Taiwan 2026 (CYBERSEC 2026) Foto: CNA

Institut Amerika di Taiwan (AIT) pada hari ini (5/5) menyatakan bahwa ketahanan keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga sangat terkait dengan keamanan nasional dan ekonomi. Pihak Amerika Serikat (AS) akan memeprdalam kerja sama dengan Taiwan, dengan menyediakan inovasi keamanan siber serta keahlian dalam keamanan rantai pasok, serta membantu melindungi infrastruktur kritis untuk memastikan keamanan rantai pasok semikonduktor.

 

Konferensi Keamanan Siber Taiwan 2026 (CYBERSEC 2026) dimulai sejak hari ini (5/5). Wakil Direktur AIT, Karin M. Lang, dalam pidatonya menyampaikan bahwa keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan industri IT, tetapi dampaknya juga meluas ke berbagai aspek masyarakat, seperti ekonomi, infrastruktur kritis, bahkana sistem demokrasi sangat bergantung pada ketahanan digital. Menghadapi ancaman keamanan siber yang terus berkembang dan semakin kompleks, tidak ada satu pun ekonomi atau pemerintah yang dapat mengatasinya sendirian.

 

Karin M. Lang menyatakan bahwa AS, sebagai mitra penting Taiwan, akan terus memberikan inovasi di bidang keamanan siber serta keahlian dalam keamanan rantai pasok. AS juga akan memperdalam kerja sama dengan Taiwan untuk membantu melindungi infrastruktur kritis, memastikan keamanan rantai pasok semikonduktor, serta memperkuat ketahanan digital.

 

Karin M. Lang juga mengemukakan, Taiwan baru-baru ini merevisi undang-undang untuk memperkuat tanggung jawab perlindungan data pribadi dan meningkatkan mekanisme akuntabilitas. Dirinya menambahkan, keamanan siber memang tidak secara langsung menghasilkan keuntungan, tetapi sangat berkaitan dengan tata kelola perusahaan dan ketahanan negara. Karena itu, diperlukan penguatan regulasi untuk memperkuat perlindungan, serta meninjau dan memperbaiki potensi kerentanan.

 

Wakil Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan, Ho Chih-wei (何志偉), menunjukkan bahwa nilai industri keamanan siber Taiwan telah melampaui NT$90 miliar dan akan segera menuju ambang NT$100 miliar dolar.

 

Menurut statistik, pada tahun lalu infrastruktur kritis seperti sektor kesehatan, komunikasi, dan transportasi rata-rata setiap harinya mengalami lebih dari 2,62 juta serangan. Dalam menghadapi meningkatnya ancaman tersebut, Ho menegaskan bahwa keamanan siber adalah keamanan nasional, dan menjaga kedaulatan digital membutuhkan kerja sama lintas partai politik.

 

Ho Chih-wei (何志偉) menuturkan, pemerintah telah memasukkan keamanan siber sebagai bagian inti dari lima industri kepercayaan utama serta sepuluh proyek pembangunan besar AI baru guna meningkatkan kesadaran keamanan siber di seluruh masyarakat.

 

Dari sisi industri, Taiwan akan menggabungkan keunggulan sektor semikonduktor dengan bekerja sama dengan Asosiasi Industri Semikonduktor Internasional (SEMI) dan perusahaan seperti TSMC untuk membangun standar keamanan perangkat, serta menuju sertifikasi internasional. Langkah ini mendorong Taiwan untuk bertransformasi dari sekadar peserta teknologi menjadi penyusun standar, sekaligus memperkuat kredibilitas rantai pasok demokratis.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x