Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

VIRAL! PMI Klaim Raup NT$100 Ribu Sehari dari Bisnis Aborsi Ilegal, Pamer 20 Bidang Tanah di Indonesia, Otoritas Taiwan Bergerak Selidiki

06/05/2026 08:00
Penulis & Editor: Yunus Hendry
VIRAL! PMI Klaim Raup NT$100 Ribu Sehari dari Bisnis Aborsi Ilegal, Pamer 20 Bidang Tanah di Indonesia, Otoritas Taiwan Bergerak Selidiki (Pexels.com)
VIRAL! PMI Klaim Raup NT$100 Ribu Sehari dari Bisnis Aborsi Ilegal, Pamer 20 Bidang Tanah di Indonesia, Otoritas Taiwan Bergerak Selidiki (Pexels.com)

Seorang pekerja migran asal Indonesia yang dikenal dengan nama akun media sosial "You Li" kini menjadi sorotan publik setelah diduga menjalankan bisnis gelap penjualan obat aborsi dan menjadi perantara operasi aborsi ilegal bagi sesama pekerja migran di Taiwan. 

Yang membuat kasus ini mencuat adalah sikap pelaku sendiri, yang alih-alih menyembunyikan aktivitasnya, ia justru secara terang-terangan memamerkan kekayaan hasil bisnisnya di media sosial, mengklaim omzet hariannya mencapai NT$100.000 dan menyebut dirinya CEO Indonesia.

You Li diketahui telah bekerja di Taiwan selama 12 tahun dan saat ini berstatus sebagai perawat keluarga di wilayah utara Taiwan. Dengan gaji rata-rata pekerja migran sekitar NT$30.000 per bulan, akumulasi kekayaan yang ia pamerkan jelas tidak sebanding dengan penghasilan resminya.

Di halaman pribadinya, ia kerap mengunggah foto makanan mewah, memperlihatkan ponsel iPhone 17 model terbaru, dan membanggakan kepemilikan 20 bidang properti di kampung halamannya di Indonesia, yang mana semuanya diklaim sebagai hasil dari bisnis sampingannya.

You Li自稱「印尼CEO」,每天都要處理大批物流包裹,單日營收還曾高達十萬元。(圖/翻攝當事人Tiktok)

Tangkapan layar dari media sosial pelaku yang kini dijadikan bahan bukti untuk menelusuri tindakan kriminal ini oleh otoritas berwenang di Taiwan. Foto: Tangkapan Layar Media Sosial Terduga

Lingkup bisnis You Li terbilang luas. Selain menjual pakaian, masker wajah, minyak rambut, dan kebutuhan sehari-hari, ia juga mengurus dokumen perceraian bagi pekerja migran Taiwan di Indonesia dengan tarif NT$3.000 hingga NT$6.000 per dokumen.

Namun yang paling serius adalah praktik penjualan obat aborsi secara ilegal dan perantaraan operasi aborsi di klinik-klinik kecil. Dalam sebuah video yang ia rekam sendiri, ia terlihat membawa puluhan paket berbagai ukuran ke minimarket untuk dikirim, sambil mengklaim pendapatan bulanannya menembus jutaan dolar Taiwan.

Sumber yang mengetahui kasus ini menyatakan bahwa You Li bahkan secara terbuka membuat video yang mengajarkan cara mengambil paket di minimarket tanpa kartu izin tinggal (ARC), yang mana ini diduga sebagai panduan terselubung bagi pekerja migran kaburan untuk menghindari razia imigrasi.

可能是文字的圖像

Media Taiwan memberitakan You Li. Foto: Tangkapan layar dari CT Want

Ia juga berulang kali menjelek-jelekkan majikannya di konten media sosialnya, padahal rumah majikan tersebut kerap menjadi latar belakang video TikTok-nya.

Dengan menggunakan TikTok sebagai media promosi, You Li membuka belasan akun untuk menjadi perantara yang membawa pekerja migran ke klinik-klinik di Taipei guna menjalani operasi aborsi. Ia mengklaim bahwa jika mereka pergi ke rumah sakit resmi, dokter akan melapor kepada agen dan majikan, sedangkan klinik swasta dapat mengatasi masalah besar berupa menstruasi yang terlambat.

Namun, klinik-klinik ini sering kali memiliki peralatan yang tertinggal, orang sembarangan bisa masuk dan merekam video, serta kondisi kebersihannya sangat mengkhawatirkan. Demi meraup keuntungan, You Li tega mendorong sesama perempuan senegaranya satu per satu ke atas meja operasi.

Bagi mereka yang tidak berada di wilayah utara atau usia kehamilannya masih muda, You Li menjual obat Cytotec melalui toko daring. Indikasi utama obat ini sebenarnya adalah untuk mencegah dan mengobati tukak lambung serta usus dua belas jari (duodenum). 

Namun, karena efeknya yang dapat memicu kontraksi rahim dan melunakkan leher rahim, obat ini juga digunakan secara luas dalam bidang obstetri dan ginekologi untuk induksi persalinan. Di Taiwan, Cytotec tergolong obat keras yang memerlukan resep dokter. Anehnya, You Li mampu membelinya dalam jumlah besar dan menjualnya kepada sesama pekerja migran dengan harga selangit.

Diketahui, obat jenis ini dijual di apotek Taiwan seharga NT$550 per kotak berisi 30 butir. Namun, You Li menjualnya seharga NT$2.500 hanya untuk 10 butir, meraup selisih harga hingga belasan kali lipat.

Terlebih lagi, cakupan "bisnisnya" menjangkau pekerja migran di Hong Kong, Jepang, dan wilayah lainnya. Ia bahkan menyediakan layanan purnajual, yakni membantu para pekerja migran "menangani" embrio yang dikeluarkan dari tubuh, yang ironisnya, beberapa di antaranya termasuk bayi yang sedang menangis.

You Li還有「售後服務」,接受移工寄來的包裹處理流產後的胚胎,甚至有胚胎送來時已開始腐爛。(圖/翻攝當事人Tiktok)

Tangkapan layar dari media sosial pelaku yang kini dijadikan bahan bukti untuk menelusuri tindakan kriminal ini oleh otoritas berwenang di Taiwan. Foto: Tangkapan Layar Media Sosial Terduga

Berdasarkan video yang diunggah You Li, seorang pekerja migran salah mengira bahwa dirinya baru hamil 3 atau 4 bulan. Setelah mengonsumsi obat tersebut, ia malah melahirkan seorang bayi. Orang tua bayi itu kemudian memasukkannya ke dalam kardus, lalu berkeliaran di taman yang gelap sambil menggendong kardus tersebut. Mereka terus mencari semak-semak yang cukup gelap dan tidak terjangkau kamera pengawas, seolah ingin membuang bayi itu begitu saja. Suara tangisan bayi yang menjadi latar belakang video tersebut membuat siapa pun yang mendengarnya bergidik ngeri.

Nasib anak-anak yang dihabisi di dalam kandungan ibunya pun tak kalah tragis. You Li dengan angkuh mengunggah video yang memperlihatkan para pekerja migran membuang darah daging mereka di rumah kosong, tepi sawah, kotak daur ulang pakaian bekas, hingga truk sampah.

Ada pula ibu yang tidak tahu cara menanganinya, lalu mengirimkan bayinya melalui jasa ekspedisi kepada You Li untuk "dibereskan", yang berujung pada embrio tersebut membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Bayi-bayi ini sering kali sudah berusia beberapa bulan, dengan mata dan cikal bakal anggota tubuh yang sudah terbentuk di dalam rahim. 

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa You Li bertindak sangat merajalela dan terus-menerus memamerkan kekayaannya di internet. Ada sesama pekerja migran asal Indonesia yang muak dengan kelakuannya dan mencoba menasihatinya, tetapi You Li justru merekam video untuk mengejek dan menghakiminya di depan publik.Kelakuannya tak ubahnya seorang yang kebal hukum.

 You Li看上「墮胎商機」,販售墮胎藥外還仲介同鄉姊妹到簡陋診所檢查和進行流產手術。(圖/翻攝當事人Tiktok)

Tangkapan layar dari media sosial pelaku yang kini dijadikan bahan bukti untuk menelusuri tindakan kriminal ini oleh otoritas berwenang di Taiwan. Foto: Tangkapan Layar Media Sosial Terduga

Ditjen Imigrasi Nasional di Taiwan (NIA) menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi intelijen terkait hal ini. Ke depannya, mereka akan mengarahkan unit lapangan untuk mengundang otoritas kesehatan guna menyelidiki kasus ini bersama-sama.

Di samping itu, otoritas Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan juga memberikan tanggapannya dengan menegaskan bahwa penjualan obat resep tanpa izin dapat dikenakan hukuman penjara hingga tujuh tahun dan denda maksimal NT$50 juta. 

Otoritas Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terkait, dan hasil penelusuran menunjukkan tidak ada penjualan pil Cytotec di internet di Taiwan. Berdasarkan Undang-Undang Farmasi Taiwan, obat resep tidak boleh diiklankan atau dijual di internet. Indikasi "CYTOTEC" adalah untuk "tukak lambung dan duodenum", dan penggunaannya harus dengan resep dokter.

FDA Taiwan menekankan bahwa jika ditemukan produk yang diduga ilegal, pihaknya akan meminta biro kesehatan atau lembaga investigasi untuk bekerja sama membantu menyelidiki sumber atau catatan aliran obat di institusi medis atau apotek. 

Jika ditemukan tindakan ilegal, pelaku akan dihukum berat sesuai hukum. FDA juga akan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran, mengimbau masyarakat agar tidak membeli obat dari sumber yang tidak jelas atau yang mengklaim khasiat pengobatan di internet. Hal ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan tubuh.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解