Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND) menyampaikan laporan kinerja dan menjawab pertanyaan di Yuan Legislatif pada hari ini (6/5). MND menjelaskan, sebagai respons terhadap risiko geopolitik dan ancaman dari Tiongkok Daratan, fokus dari tahun fiskal 2026 adalah memperkuat validasi kemampuan operasional bersama, dengan tambahan latihan seperti latihan pertahanan bersama. Untuk lebih meningkatkan operasi bersama dan kemampuan perang asimetris, Kementerian Pertahanan Nasional juga telah mengusulkan anggaran pertahanan khusus sebesar NT$1,25 triliun, mendesak Yuan Legislatif untuk mendukungnya.
Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional dari Yuan Legislatif mengundang MND untuk memberikan laporan kinerja dan menjawab pertanyaan pada 6 Mei. MND menunjukkan, bahwa lingkungan strategis internasional saat ini sangat tidak stabil, dan risiko geopolitik global meningkat. Sebagai tanggapan terhadap ancaman dari Tiongkok, latihan militer bersama secara rutin dilakukan, meningkatkan risiko “pergeseran dari latihan ke perang.” Statistik menunjukkan, di tahun 2025, pesawat Tiongkok yang mengganggu Taiwan tercatat ada sebanyak 3.760 kali, kapal laut Tiongkok yang keluar masuk zona perencanaan darurat (EPZ) adalah sebanyak 2.640 kali, lebih banyak daripada tahun 2024. Lebih jauh, mereka mencoba menggunakan patroli penegakan hukum sebagai dalih untuk membentuk "internalisasi Selat Taiwan" guna menyangkal yurisdiksi Taiwan.
Terkait dengan latihan tempur dari tentara nasional, MND menyatakan, untuk melaksanakan pelatihan operasi gabungan, selain “Latihan Han Kuang”, “Latihan Kesiapsiagaan Tempur”, dan latihan gabungan militer lain, latihan baru seperti “Latihan Pendahuluan Rencana Operasi Gabungan” dan “Latihan Pertahanan Gabungan” diadakan di bulan April hingga Juli. Berdasarkan rencana operasi gabungan, latihan-latihan ini akan memverifikasi kemampuan operasi komando dan staf, koordinasi antar layanan, koordinasi antar lembaga militer, dan militer gabungan bersama.
Sebagai tanggapan terhadap ancaman mushu dan skenario pertempuran di masa depan, MND terus memperkuat pengembangan berbagai kemampuan tempur gabungan. Dua anggaran khusus tahun fiskal 2025, salah satunya, “Undang-Undang Khusus Pertahanan Taiwan” dengan rencana berwawasan ke depan yang mempertimbangkan kondisi medan perang dan perkembangan teknologi di masa mendatang. Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo mengatakan, “jumlah dan jenis yang diadopsi oleh Yuan Eksekutif didasarkan pada penilaian ancaman musuh, setelah diperoleh, akan mencapai 7 tujuan utama, termasuk jaringan pertahanan udara berlapis. Memohon dengan sungguh kepada Yuan Eksekutig untuk mengeluarkan peraturan khusus guna mempermudah pembentukan dan pengembangan kemampuan tempur vital angkatan bersenjata nasional.”
MND menekankan, bahwa keamanan nasional tidak lagi terbatas pada tingkat militer. Mobilisasi pertahanan nasional telah menjadi isu komprehensif bagi masyarakat. Pada tahun 2026, program pelatihan baru dengan satu sesi pelatihan setiap dua tahun dan periode pelatihan 14 hari akan sepenuhnya diterapkan. Prioritas akan diberikan pada mobilisasi aktual dan metode seleksi "tentara asli kembali ke posisi awal" akan diadopsi untuk memastikan bahwa pasukan cadangan memiliki kemampuan tempur yang dapat digunakan dengan segera.
MND juga menunjukkan, perang kognitif dan ancaman Tiongkok terhadap Taiwan telah bergeser dari infiltrasi satu titik menjadi penyebaran sistematis. Di masa depan, selain memanfaatkan mekanisme yang ada untuk pemantauan dan penanggulangan oleh unit-unit khusus, juga akan memperkuat kerja sama dengan kementerian terkait, melalui komunikasi strategis internasional, membangun kerja sama dengan negara-negara sekutu mengenai narasi perang kontra-kognitif untuk mengurangi pengaruh Tiongkok.