Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Istana Kepresidenan Desak Pengesahan UU Pertahanan Khusus sebelum Pertemuan Trump dan Xi  

07/05/2026 16:27
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Juru bicara Istana Kepresidenan (7/5) menyampaikan,  berharap Yuan Legislatif loloskan anggaran pertahanan khusus sebelum pertemuan Trump-Xi.
Juru bicara Istana Kepresidenan (7/5) menyampaikan, berharap Yuan Legislatif loloskan anggaran pertahanan khusus sebelum pertemuan Trump-Xi.

Terkait dengan pemungutan suara dari Yuan Legislatif terkait dengan “ Undang-Undang Pertahanan Khusus”, juru bicara Istana Kepresidenan Taiwan, Karen Kuo (郭雅慧), pagi ini (7/5) menyampaikan, bahwa Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Filipina melakukan latihan militer bersama. Jepang dan Filipina juga terus memperkuat kemampuan pertahanan mereka. Komunitas internasional memperhatikan apakan Taiwan memiliki kepercayaan diri dan tekad untuk memperkuat pertahanannya. Sebagai tambahan, mayoritas opini publik di Taiwan adalah mendukung pengesahan anggaran terkait pertahanan, sehingga diharapkan Yuan Legislatif dapat mengesahkan versi Yuan Eksekutif dari "Undang-Undang Pertahanan Khusus" sebelum "pertemuan Trump-Xi."“Undang-Undang Pertahanan Khusus” gagal mencapai konsensus di Yuan Legislatif dan akan dikirim ke sidang pleno untuk pemungutan suara. Juru bicara Istana Kepresidenan Taiwan, Karen Kuo menyatakan, bahwa hampir 70% masyarakat Taiwan berharap anggaran terkait pertahanan tersebut disetujui, dan oleh karena itu mendesak Yuan Legislatif, terlepas dari afiliasi politik untuk melakukan yang terbaik guna memfasilitasi pengesahannya.

Karen Kuo menunjukkan, oposisi mengajukan anggaran NT$380 miliar atau NT$800 miliar, seluruh versi dari anggaran tersebut mengecualikan drone di dalam otonomi pertahanan dan rantai pasokan terkait. Namun, Kantor Kepresidenan berharapa agar Yuan Eksekutif dapat meloloskan anggaran selama 8 tahun sebesar NT$ 1,25 triliun. Karen Kuo mengatakan, “penguatan pertahanan nasional sebaiknya diloloskan di Yuan Legislatif secepatnya, hal ini jangan terbagi atas biru, hijau, semuanya dapat bekerja sama untuk memperkuat pertahanan nasional sebagai tujuan paling penting dan paling dapat dicapai. Sebelum pertemuan Trump dan Xi, diharapkan UU Pertahanan Khusus kita dapat diloloskan dengan lancar.”

Sebagai tambahan, nominasi Jaksa Agung, Hsu Hsi-hsiang (徐錫祥) gagal untuk memenuhi ambang batas persetujuan dari Yuan Legislatif. Karen Kuo menyatakan penyesalannya, sebab Hsu Hsi-hsiang memiliki pengalaman luas di bidang keamanan nasional, kepolisian dan kejaksaan, serta investigasi antikorupsi, dan merupakan "sosok yang sangat berbakat." Presiden Lai Ching-te berterima kasih kepada Hsu Hsi-hsiang yang menerima nominasi dan atas upayanya selama periode terakhir; dokumen resmi terkait telah diserahkan ke Kantor Kepresidenan pada 6 Mei malam, dan Presiden Lai akan melanjutkan tindak lanjut seperti biasa.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解