Pengadilan Negeri Taichung pada Rabu (7/5) menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada seorang pria bermarga Liao (廖姓) atas kejahatan penyiksaan yang menyebabkan kematian putranya yang baru berusia 9 bulan. Kasus yang terjadi pada Agustus 2024 ini mengguncang publik Taiwan setelah terungkap bahwa bayi yang dipanggil Hao-hao (皓皓) tersebut ditampar, digantung terbalik hingga kepalanya terbentur, lalu dikurung berdiri di dalam kotak kayu selama hampir 11 jam sebelum akhirnya ditemukan tidak bernyawa. Vonis ini masih dapat diajukan banding.
Berdasarkan surat dakwaan, peristiwa terjadi pada 22 Agustus 2024 dini hari. Liao yang sedang menemani putranya tidur kehilangan kesabaran menghadapi tangisan bayi tersebut. Ia menampar wajah Hao-hao, mencengkeram pahanya dan menggantungnya terbalik, menjambak kepalanya lalu membenturkannya ke lantai atau dinding, sebelum akhirnya memasukkan bayi itu ke dalam kotak kayu untuk dihukum berdiri.
Liao kemudian kembali ke kamar untuk tidur. Baru pada pukul 5 sore keesokan harinya, ibu Hao-hao menemukan putranya telah membiru di sekujur tubuh dan tidak bernapas. Hao-hao dinyatakan meninggal akibat pendarahan intrakranial yang disebabkan trauma kepala, disertai rhabdomyolysis atau kerusakan jaringan otot.
Di hadapan polisi, Liao awalnya berbohong bahwa putranya mati lemas karena tidur tengkurap, sebelum akhirnya mengakui tindakannya termasuk memukul kepala bayi dengan palu plastik sebanyak 10 hingga 20 kali. Penyelidikan juga mengungkap catatan KDRT Liao sebelumnya, ia pernah menampar putri sulungnya, memaksa istrinya berhubungan seksual, dan mencekiknya sambil mengancam, "Kamu mau mati?"
Di persidangan, ibu Hao-hao menangis histeris menyampaikan bahwa selama dua tahun ini ia masih memimpikan kejadian hari itu setiap malam.
"Putra saya pergi begitu saja dengan cara yang tidak masuk akal, bahkan belum sempat memanggil saya Ibu," ujarnya, seraya memohon agar hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.
Sementara itu, Liao di hadapan hakim rakyat berdalih bahwa memasukkan anak ke dalam kotak kayu hanya bertujuan agar anak duduk dengan tenang dan patuh.