Sebuah kasus dugaan keracunan makanan yang mengejutkan publik dilaporkan terjadi di Mumbai, India, pada 25 April 2026 lalu. Empat anggota satu keluarga meninggal dunia satu per satu dalam hitungan jam setelah mengonsumsi semangka pada larut malam.
Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian setempat, sebagian semangka di pasaran diduga telah diproses menggunakan zat pematang ilegal oleh oknum pedagang yang ingin mempercepat penjualan.
Karena kulit semangka yang belum matang berwarna hijau, bahan kimia ilegal digunakan untuk mempercepat proses pematangan. Saat ini, polisi tengah melakukan autopsi dan pengujian untuk memastikan apakah kematian berkaitan dengan kontaminasi bahan kimia.
Kepala Departemen Toksikologi Rumah Sakit Chang Gung Memorial di Linkou, Yen Tzung-hai (顏宗海), menjelaskan bahwa kasus ini sangat tidak biasa karena para korban bukan lansia atau balita, tetapi semuanya meninggal dalam waktu singkat.
Di India, dua jenis zat pematang ilegal pernah ditemukan sebelumnya, kalsium karbida yang menghasilkan gas asetilena dan dapat memicu neurotoksisitas, kejang, koma, hingga gagal napas jika tertelan berlebihan, serta senyawa organofosfat Ethephon yang dapat merusak sistem saraf dan menyebabkan syok.
Yen Tzung-hai menegaskan bahwa saat ini belum ada bukti yang memastikan penyebab kematian berkaitan langsung dengan zat pematang, dan penyelidikan masih berlangsung. Ia menambahkan bahwa di Taiwan, proses pematangan buah umumnya menggunakan etilena yang legal dan aman selama mematuhi regulasi yang berlaku.
Terkait keamanan konsumsi semangka sehari-hari, Yen Tzung-hai menekankan pentingnya satu langkah yang sering dilewatkan, yaitu mencuci kulit semangka secara menyeluruh dengan air sebelum dipotong. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko residu pestisida dan kontaminasi bakteri dari permukaan kulit yang dapat berpindah ke daging buah melalui pisau saat proses pemotongan.
Semangka yang sudah dipotong sebaiknya segera disimpan di lemari es untuk menghindari paparan zona suhu berbahaya antara 7C hingga 60C yang memicu perkembangbiakan mikroorganisme secara cepat. Semangka potong sebaiknya dihabiskan dalam 24 jam, dan jika muncul bau asam, bau busuk, atau jamur, seluruh buah harus langsung dibuang.
Pakar toksikologi Tan Tun-tzu (譚敦慈) menambahkan peringatan khusus untuk semangka potong separuh atau irisan yang dijual di pasaran dan biasanya ditutupi plastik pembungkus. Setelah membeli, disarankan untuk melepas plastik dan mengiris tipis lapisan permukaan daging buah sebelum dikonsumsi, lalu menyimpannya dalam wadah kedap udara di lemari es.
Satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah memakan semangka langsung dari potongan separuh menggunakan sendok lalu menyimpannya kembali ke lemari es, bakteri dari air liur dapat mempercepat proses pembusukan secara signifikan. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, risiko keracunan dari konsumsi semangka dapat diminimalkan secara efektif.