(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) berhasil melakukan kunjungan ke Eswatini, dan “Formosa Club” di Parlemen Eropa merilis pernyataan dukungan. Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, Wu Chih-chung (吳志中) yang baru-baru ini diundang untuk memberikan pidato di Parlemen Eropa, dalam sebuah wawancara mengemukakan bahwa para anggota Parlemen Eropa sangat memperhatikan isu hak lintas udara, serta berterima kasih atas dukungan mereka yang diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menyuarakan dukungan bagi Taiwan yang demokratis.
Formosa Club, yang terdiri dari anggota parlemen lintas negara dan lintas partai di Eropa yang mendukung Taiwan, pada Rabu (6/5) lalu merilis pernyataan dukungan untuk Taiwan dan menggelar forum di Brussel pada Kamis (7/5) kemarin.
Dalam wawancara dengan CNA saat forum berlangsung, Wamenlu Wu menyatakan bahwa Formosa Club selama ini selalu mendukung Taiwan. Seiring Presiden Lai yang baru saja menyelesaikan kunjungannya ke Eswatini dan kembali ke Taiwan, perhatian para anggota parlemen dari berbagai negara juga semakin meluas ke isu hak lintas udara di sektor penerbangan.
Wamenlu Wu mengemukakan, setelah para anggota parlemen dari berbagai negara melakukan diskusi mendalam, mereka memasukkan isu “Hak Lintas Udara” ke dalam pernyataan tersebut, secara bersamaan juga menyinggung dukungan terhadap keikutsertaan Taiwan dalam Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), karena hal itu juga berkaitan dengan keselamatan penerbangan.
Wu Chih-chung (吳志中) menyebutkan, para peserta forum memiliki kesepahaman bahwa “jikalau kita tidak bersuara, maaka demokrasi bisa saja mati”. Oleh karena itu, mereka menunjukkan sikap yang sangat mendukung Taiwan sebagai negara demokratis. Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan suara para anggota parlemen tersebut.
Wamenlu Wu lebih lanjut menjelaskan bahwa para anggota parlemen yang menghadiri kegiatan Formosa Club di Brussel berasal dari berbagai negara Eropa. Melalui tindakan nyata, mereka menyuarakan dukungan bagi Taiwan yang mereka anggap sebagai teladan negara demokratis. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kedua pihak memiliki banyak nilai bersama, sekaligus menjadi upaya penting dalam bersama-sama menjaga sistem demokrasi dan kebebasan.