Kepolisian Taichung menerima laporan mengenai bentrokan yang melibatkan sejumlah pekerja migran di lapangan depan Stasiun Kereta Api Taichung. Saat petugas tiba di lokasi, hanya tersisa dua orang di tempat kejadian. Setelah dilakukan pengejaran lebih lanjut, polisi berhasil mengamankan empat pekerja migran asal Indonesia yang terlibat dalam insiden tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, keributan diduga dipicu oleh adu mulut setelah mengonsumsi minuman keras, dan para pelaku kini telah diproses secara hukum.
Kepolisian Kota Taichung menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 03.00 dini hari mengenai bentrokan antarkelompok pekerja migran di sekitar Stasiun Kereta Api Taichung. Mengetahui hanya ada dua orang yang tersisa saat petugas sampai, polisi segera memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk melacak pelaku lainnya.

Rekaman kejadian yang melibatkan PMI dalam insiden perkelahian di ASEAN Square Taichung. Foto: YAHOO NEWS
Hasil penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa empat pekerja migran legal asal Indonesia berinisial H, A, L, dan O (semuanya berusia sekitar 30 tahun), sebelumnya sempat minum minuman keras di ASEAN Square Taichung. Mereka terlibat adu mulut karena perselisihan paham sebelum akhirnya membubarkan diri. Namun, keempatnya kembali bertemu di lapangan depan Stasiun Taichung, yang kemudian memicu kembali pertengkaran hingga berujung pada aksi saling dorong dengan tangan kosong.
Dalam bentrokan tersebut, pekerja migran berinisial H terjatuh karena kehilangan keseimbangan akibat mabuk, yang menyebabkan luka pada bagian kepala. Sementara itu, pelaku lainnya tidak mengalami luka yang berarti. Polisi telah menangkap empat pelaku utama yang terlibat dalam kasus ini, dan selanjutnya mereka akan diproses berdasarkan hukum pidana serta Undang-Undang Pemeliharaan Ketertiban Sosial.