Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Wabah Tikus di Taipei Picu Perdebatan Racun Tikus, Kementerian Lingkungan Hidup Ingatkan Risiko bagi Hewan Peliharaan

11/05/2026 12:23
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Wabah Tikus di Taipei Picu Perdebatan Racun Tikus, Kementerian Lingkungan Hidup Ingatkan Risiko bagi Hewan Peliharaan (CNA)
Wabah Tikus di Taipei Picu Perdebatan Racun Tikus, Kementerian Lingkungan Hidup Ingatkan Risiko bagi Hewan Peliharaan (CNA)

Isu wabah tikus di Kota Taipei yang belakangan ini menjadi perdebatan politik kini merambah ke persoalan yang lebih teknis, yakni penggunaan racun tikus di ruang publik dan risikonya terhadap hewan peliharaan warga serta satwa liar. Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) menegaskan bahwa racun tikus tergolong sebagai obat lingkungan umum yang dapat dibeli bebas di pasaran, tetapi penggunaannya tetap memerlukan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap petunjuk label kemasan.

Kepala Badan Pengelolaan Bahan Kimia Kementerian Lingkungan Hidup, Tsai Meng-yu (蔡孟裕), menjelaskan bahwa obat lingkungan diklasifikasikan menjadi dua kategori, masing-masing obat lingkungan umum dengan risiko lebih rendah yang boleh dijual bebas, dan obat lingkungan khusus berkonsentrasi tinggi yang hanya boleh diaplikasikan oleh perusahaan pembasmi hama profesional.

Kekhawatiran publik mencuat setelah sejumlah warga menyaksikan burung gereja liar mematuk racun tikus yang diletakkan di taman bunga. Mereka mengkhawatirkan induk burung akan membawa racun tersebut ke sarang dan memberi makan anak-anaknya, yang berpotensi memusnahkan seluruh populasi sarang tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup Peng Chi-ming (彭啟明) sebelumnya telah mengimbau Pemerintah Kota Taipei untuk membuat peta penempatan racun tikus guna mencegah hewan peliharaan warga terpapar secara tidak sengaja. Namun Ketua RDEC Kota Taipei, Yin Wei (殷瑋), berargumen bahwa karena racun tikus berstatus obat lingkungan umum yang dapat dibeli bebas oleh siapa saja, pemerintah kota tidak memiliki wewenang untuk memantau penempatan yang dilakukan warga secara mandiri di ruang publik.

Yin Wei lebih lanjut mendesak pemerintah pusat untuk merumuskan standar nasional yang seragam, mengingat kabupaten dan kota lain yang pernah mencatat kasus Hantavirus di masa lalu tidak pernah mendapat tuntutan serupa. Ia menilai tanggung jawab pengaturan semestinya berada di tingkat nasional, bukan dibebankan kepada masing-masing pemerintah daerah secara tidak konsisten.

Terlepas dari polemik kewenangan tersebut, MOENV mengingatkan masyarakat untuk selalu membaca label kemasan sebelum menggunakan racun tikus dan memastikan adanya nomor izin resmi dari kementerian, misalnya dengan format "環署衛製字第XXXX (baca: Huán shǔ wèi zhì zì dì XXXX hào)"

Racun harus ditempatkan di area tersembunyi yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak dan hewan peliharaan, dengan takaran yang sesuai petunjuk dan tidak berlebihan. Penggunaan yang tidak terkontrol, selain berisiko membahayakan satwa non-target, juga berpotensi menimbulkan dampak ekologis yang lebih luas.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解