(Taiwan, ROC) -- Menurut pengumuman di situs Taiwan Power Company (Taipower), bagi para pelanggan listrik tegangan tinggi dan ekstra tinggi akan mulai dikenakan tarif listrik musim panas mulai 16 Mei-15 Oktober. Sementara itu, pelanggan rumah tangga dan pengguna umum lainnya akan mulai menerapkan tarif musim panas dari 1 Juni-30 September.
Untuk pelanggan rumah tangga, rata-rata tagihan listrik selama musim panas diperkirakan akan menembus NT$1.000, tepatnya mencapai sekitar NT$1.084, atau meningkat hampir 70% dibandingkan tarif di luar musim panas.
Pihak Taipower menjelaskan bahwa tarif listrik musim panas telah diterapkan sejak 1989. Untuk pelanggan rumah tangga, tarif ini diberlakukan setiap tahun mulai 1 Juni dan akan kembali ke tarif non musim panas setelah 1 Oktober.
Sejak 2023, periode tarif listrik musim panas bagi pengguna tegangan tinggi ke atas telah disesuaikan menjadi dari 16 Mei-15 Oktober, agar pelaku industri dapat menyesuaikan jadwal produksi sekaligus menghemat penggunaan listrik.
Dengan menggunakan tarif listrik rumah tangga yang berlaku saat ini sebagai contoh, pada 2025 rata-rata konsumsi listrik rumah tangga di Taiwan diperkirakan mencapai sekitar 345 kWh per bulan.
Pada periode non musim panas, rata-rata penggunaan listrik per rumah tangga adalah 308 kWh per bulan dengan tagihan sekitar NT$638. Sementara selama musim panas, akibat kenaikan suhu, konsumsi listrik bulanan meningkat menjadi 418 kWh dan tagihan listrik naik menjadi sekitar NT$1.084.
Dibandingkan periode non musim panas, penggunaan listrik meningkat hampir 40%, sehingga rata-rata tagihan listrik bulanan juga bertambah sekitar NT$446 atau naik hampir 70%.
Taipower menunjukkan, dari kenaikan tagihan sebesar NT$446 tersebut, sekitar 73% atau NT$326 berasal dari meningkatnya konsumsi listrik. Sementara bagian yang benar-benar disebabkan oleh penyesuaian tarif listrik musim panas hanya sekitar 27% atau NT$120.
Taipower menyebutkan, rumah tangga pada umumnya dapat memilih dua jenis skema tarif listrik, yaitu tarif non-waktu (tarif progresif tanpa pembagian jam sibuk dan non-sibuk) atau tarif berdasarkan waktu penggunaan listrik (dengan pembagian jam sibuk dan non-sibuk).
Pada tarif progresif, biaya listrik dihitung berdasarkan tingkatan jumlah pemakaian listrik. Sementara pada tarif berdasarkan waktu, tagihan bulanan merupakan gabungan antara biaya dasar dan biaya penggunaan listrik.
Karena sebagian besar rumah tangga memiliki konsumsi listrik yang relatif rendah dan penggunaan listrik pada jam non-sibuk juga tidak terlalu banyak, mayoritas pelanggan rumah tangga menggunakan skema tarif progresif.
Sebagai contoh tarif listrik rumah tangga yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2025, tarif progresif dihitung berdasarkan tingkat pemakaian listrik yang dibagi menjadi 6 tingkatan, dan tidak ada perbedaan antara jam sibuk maupun jam non sibuk. Dengan rata-rata konsumsi listrik selama musim panas 2025 sebesar 418 kWh per bulan, maka 120 kWh pertama dikenakan tarif NT$1,78, 210 kWh berikutnya (330 dikurangi 120 kWh) dikenakan tarif NT$2,55, sedangkan sisa 88 kWh (418 dikurangi 330 kWh) dikenakan tarif NT$3,8. Karena itu, tinggi rendahnya tarif listrik hanya berkaitan dengan jumlah penggunaan listrik, dan tidak berhubungan dengan waktu penggunaan listrik.
Pihak Taipower mengemukakan jika selama ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat serta mendorong penghematan energi dan pengurangan emisi karbon, tarif progresif pada tingkat pertama dan kedua ditetapkan lebih rendah.
Oleh karena itu, bagi sebagian besar rumah tangga, penggunaan tarif non-waktu umumnya memberikan beban biaya listrik yang lebih ringan. Sementara itu, apakah penggunaan tarif berdasarkan waktu lebih menguntungkan atau tidak bergantung pada berbagai faktor.
Jika skala penggunaaan listrik tidaklah besar, atau sebagian besar penggunaan listrik terjadi pada jam sibuk, maka memilih tarif berdasarkan waktu belum tentu dapat mengurangi beban tagihan listrik.