Makamah Pidana Internasional (International Criminal Court, ICC) kemarin (11/5) memberikan konfirmasi terkait, tahun lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan senator Ronald Dela Rosa, dengan kasus pelanggaran HAM dalam melaksanakan program anti narkoba selama menjabat sebagai Kepala Kepolisian Filipina di masa pemerintahan mantan Presiden Rodrigo Duterte. Saat ini dirinya bersembunyi di dalam gedung parlemen agar tidak tertangkap.
Dilansir dari pemberitaan AFP dan Reuters, Ronald Dela Rosa merupakan sahabat lama Rodrigo Duterte. Ketua Senat Filipina yang baru terpilih, Alan Peter Cayetano membeberkan kepada media, sesuai dengan aturan parleman dan hukum Filipina, Ronald Dela Rosa mendapat perlindungan dari parlemen.
Seorang mantan anggota parlemen Filipina membeberkan surat perintah penangkapan Ronald Dela Rosa hingga informasi ini tersebar meluas ke publik. Makamah Pidana Internasional (ICC) kemarin (11/5) mengeluarkan pernyataan konfirmasi, surat perintah penangkapan ini diterbitkan secara rahasia pada bulan November tahun lalu, dan belum didesklasifikasi.
Pernyataan tersebut menyampaikan, sidang pemeriksaan I dari Makamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan rahasia pada 6 November lalu, saat ini pengadilan tengah menjalani prosedur desklasifikasi, setelah diumumkan maka pihaknya akan memberitahukan media.