Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kopi Lebih Merusak Tulang Dibanding Teh? Kopi Berlebihan Justru Berisiko Sebaliknya

13/05/2026 15:23
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Kopi Lebih Merusak Tulang Dibanding Teh? Kopi Berlebihan Justru Berisiko Sebaliknya (Ilustrasi: pexels)
Kopi Lebih Merusak Tulang Dibanding Teh? Kopi Berlebihan Justru Berisiko Sebaliknya (Ilustrasi: pexels)

Kebiasaan minum teh atau kopi setiap hari ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan tulang. Sebuah penelitian terbaru dari Australia yang menganalisis hampir 9.700 perempuan Amerika Serikat berusia di atas 65 tahun selama sekitar 10 tahun menemukan pola yang menarik, yakni perempuan yang rutin minum teh cenderung memiliki kepadatan tulang pinggul yang sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh. 

Tim peneliti menduga kandungan katekin dalam teh berkaitan dengan mekanisme pembentukan tulang, dan meskipun peningkatannya tergolong kecil, hal ini berpotensi membantu menurunkan risiko patah tulang pada kelompok lanjut usia.

Di sisi lain, temuan yang sama menunjukkan tren berlawanan pada konsumsi kopi. Perempuan yang mengonsumsi lebih dari lima cangkir kopi per hari lebih rentan mengalami penurunan kepadatan tulang. Tim peneliti menilai bahwa kafein dalam jumlah besar kemungkinan memengaruhi kemampuan tubuh menyerap kalsium, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kesehatan tulang.

Dampak ini semakin besar apabila konsumsi kopi berlebihan dikombinasikan dengan kebiasaan minum alkohol jangka panjang, yang mana kombinasi keduanya menghasilkan efek tumpang tindih yang mempercepat penurunan kepadatan tulang di area persendian tulang paha dan pinggul.

Penelitian ini dipublikasikan dan dilaporkan oleh situs sains Science Alert, menjadi bagian dari rangkaian studi yang semakin banyak mengkaji hubungan antara pola konsumsi minuman sehari-hari dan kesehatan tulang pada populasi lanjut usia, khususnya perempuan yang berisiko lebih tinggi mengalami osteoporosis pasca-menopause.

Data dikumpulkan melalui analisis pola makan dan pengukuran perubahan kepadatan tulang di pinggul serta ujung atas tulang paha selama periode pemantauan satu dekade.

Tim peneliti menekankan bahwa temuan ini bukan anjuran untuk berhenti minum kopi sepenuhnya, melainkan sebagai pengingat bahwa konsumsi kafein dalam jumlah besar secara jangka panjang perlu diwaspadai kaitannya dengan kesehatan tulang.

Bagi penikmat kopi, membatasi konsumsi di bawah lima cangkir per hari dan memastikan asupan kalsium yang cukup dari sumber makanan lain dapat menjadi langkah pencegahan yang praktis. Sementara itu, menambahkan kebiasaan minum teh sebagai alternatif atau pelengkap konsumsi harian berpotensi memberikan manfaat tambahan bagi kepadatan tulang dalam jangka panjang.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解