Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Wamenlu Chen Terima Wawancara Media Inggris, Tegaskan Menjaga Perdamaian Selat Taiwan Sejalan dengan Kepentingan Internasional

13/05/2026 13:46
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Wamenlu Chen Terima Wawancara Media Inggris, Tegaskan Menjaga Perdamaian Selat Taiwan Sejalan dengan Kepentingan Internasional (Foto: MOFA)
Wamenlu Chen Terima Wawancara Media Inggris, Tegaskan Menjaga Perdamaian Selat Taiwan Sejalan dengan Kepentingan Internasional (Foto: MOFA)

Wakil Menteri Luar Negeri, Chen Ming-chi (陳明祺), beberapa waktu lalu dikabarkan menerima wawancara khusus dengan media Inggris ITV News, dan dalam laporan tersebut ditayangkan pada Senin (11/5).

Wamenlu Chen menyebutkan, Taiwan percaya pada komitmen keamanan Amerika Serikat (AS) dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, karena hal itu tidak hanya sejalan dengan kepentingan AS, tetapi juga merupakan kepentingan bersama dunia internasional

Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada Selasa (12/5) malam merilis pers rilis yang menyebutkan jika Wamenlu Chen menerima wawancara khusus dengan ITV News Inggris pada 22 April, dan laporan tersebut ditayangkan pada 11 Mei waktu setempat.

Wamenlu Chen Ming-chi (陳明祺) menyampaikan, opini utama masyarakat Taiwan didasarkan pada tiga prinsip inti. Pertama, Republik Tiongkok (Taiwan) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak saling berada di bawah yurisdiksi satu sama lain. Kedua, masa depan Taiwan harus ditentukan secara demokratis oleh rakyat Taiwan sendiri. Ketiga, Taiwan berharap Tiongkok mengurangi aktivitas militer dan ketegangan di sekitar wilayah Taiwan.

Terkait rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Chen Ming-chi mengatakan bahwa Taiwan memahami keinginan Amerika Serikat untuk menstabilkan situasi secara keseluruhan melalui dialog.

Terkait rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin RRT Xi Jin-ping (習近平), Wamenlu Chen menyebutkan jika Taiwan memahami keinginan AS untuk menstabilkan situasi secara keseluruhan melalui dialog.

Dia juga berharap pihak AS dapat dengan jelas menegaskan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sejalan dengan kepentingan Negeri Paman Sam maupun kepentingan bersama masyarakat internasional, serta bahwa Tiongkok tidak seharusnya secara sepihak mengubah status quo melalui penggunaan kekuatan atau tindakan koersif.

Membahas posisi penting Taiwan dalam rantai pasok global, Wamenlu Chen kembali menegaskan bahwa Taiwan merupakan mitra yang baik dan dapat dipercaya oleh masyarakat internasional, serta tidak akan menjadikan posisi pentingnya dalam rantai pasok global sebagai alat tekanan politik.

Terkait kerja sama keamanan Taiwan-AS, Wamenlu Chen Ming-chi (陳明祺) menjelaskan bahwa Negeri Paman Sam selama ini secara konsisten mendukung reformasi pertahanan Taiwan, terutama dalam meningkatkan kemampuan pertahanan diri Taiwan. Dirinya menambahkan bahwa pengumuman paket penjualan senjata besar AS kepada Taiwan tahun lalu tidak hanya membantu memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap moral masyarakat Taiwan.

Wamenlu Chen menegaskan, Taiwan merupakan mitra yang baik dan dapat dipercaya oleh masyarakat internasional, serta tidak akan menjadikan posisi pentingnya dalam rantai pasok global sebagai alat tekanan politik.

Terkait kerja sama Taiwan-AS, Wamenlu Chen menjelaskan jika Negeri Paman Sam selama ini secara konsisten mendukung reformasi pertahanan Taiwan, terutama dalam meningkatkan kemampuan pertahanan diri Taiwan. Dirinya menambahkan, pengumuman paket penjualan senjata besar AS kepada Taiwan tahun lalu tidak hanya membantu memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap moral masyarakat Taiwan.

Mengenai situasi di Hong Kong dan konsep “Satu Negara, Dua Sistem”, Wamenlu Chen menunjukkan, rakyat Taiwan melihat dengan jelas perkembangan situasi di Hong Kong sejak 2019, serta memahami secara mendalam hasil dari apa yang disebut “Satu Negara, Dua Sistem”.

Dirinya mengatakan bahwa sistem tersebut akan membuat Taiwan menuju situasi seperti Hong Kong, bahkan bisa lebih buruk lagi. Karena itu, rakyat Taiwan tidak akan menerima skema “Satu Negara, Dua Sistem”.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解