Grup Jardine Matheson asal Hong Kong, pemegang hak operasional KFC dan Pizza Hut di sejumlah pasar Asia, dikabarkan tengah mempertimbangkan penjualan bisnis kateringnya. Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, transaksi tersebut mencakup sekitar 1.000 gerai KFC dan Pizza Hut di Hong Kong, Makau, Myanmar, Taiwan, dan Vietnam, dengan total karyawan sekitar 25.000 orang. Nilai transaksi diperkirakan mencapai US$400 juta atau sekitar NT$12,6 miliar. Penawaran tidak mengikat dilaporkan akan ditutup pada pekan ini.
Sejumlah nama besar disebut-sebut sebagai calon pembeli. Firma ekuitas swasta internasional Carlyle Group, Yum China, dan raksasa ritel Taiwan Uni-President Enterprises Corporation semuanya dikabarkan berniat bersaing dalam proses akuisisi ini. Carlyle Group memiliki rekam jejak yang kuat di sektor catering, pada 2023 mereka melepas saham di pasar McDonald's Tiongkok, dan pada akhir 2025 mengakuisisi 100% saham KFC Korea Selatan. Sementara Yum China, yang mengelola KFC dan Pizza Hut di Daratan Tiongkok, memiliki Ant Group milik Jack Ma sebagai salah satu pemegang saham utamanya.
Merespons kabar tersebut, Grup Uni-President mengeluarkan pernyataan resmi. Perusahaan menyatakan tidak dapat mengomentari informasi yang beredar, namun menegaskan sikap konsistennya dalam mengevaluasi setiap peluang investasi yang memungkinkan.
"Kami hanya akan mengambil tindakan jika investasi ini memiliki signifikansi strategis dan dapat menghasilkan nilai yang bermakna bagi para pemegang saham," demikian isi pernyataan tersebut.
Grup Uni-President juga menekankan bahwa setiap rencana integrasi perusahaan akan melalui evaluasi yang cermat dan ketat serta diskusi komprehensif oleh dewan direksi.
Jika akuisisi ini terwujud, Uni-President akan memperkuat posisinya secara signifikan di industri katering Asia, mengingat perusahaan ini sudah memiliki jaringan ritel dan distribusi makanan yang luas di Taiwan.
Proses kompetisi akuisisi yang melibatkan pemain sekelas Carlyle Group dan Yum China menunjukkan bahwa aset bisnis katering Jardine di Asia dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang menarik. Perkembangan lebih lanjut dari proses penawaran ini dipastikan akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dan konsumen di seluruh kawasan.