Penyanyi legendaris Taiwan, Chiang Yu-heng (姜育恆), akan menggelar konser bulan depan di Taipei Music Center. Setelah 42 tahun berkarier, pria berusia 67 tahun ini menetapkan harga tiket tertinggi mencapai NT$20.000 untuk kursi terbatas (limited seat), harga ini melampaui standar harga tiket Jay Chou (周杰倫) dan Jolin Tsai (蔡依林) di Taipei Dome.
Kabar tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan publik, namun kursi-kursi tersebut langsung ludes terjual begitu penjualan dibuka, membuktikan kuatnya ekspektasi dan dukungan emosional para penggemar setia Chiang Yu-heng.
Konsep ini dirancang untuk menerobos format konser tradisional. Pihak penyelenggara Wenxing Culture menghabiskan waktu satu tahun penuh untuk persiapan, mencakup desain panggung, konsep visual, hingga penyusunan program yang seluruhnya berpusat pada tema perjamuan sebagai pengalaman imersif bertaraf internasional.
Pertunjukan akan menggabungkan 30 musisi dengan formasi alat musik gesek berskala besar, menginterpretasikan ulang karya-karya klasik Chiang Yu-heng dari berbagai era dalam satu narasi musik utuh.
Chiang Yu-heng menyatakan bahwa pertunjukan ini bukan sekadar penampilan panggung, melainkan sebuah pertemuan musik untuk saling bertatap muka. "Saya datang untuk melihat Anda, dan Anda juga datang untuk menemui saya," ujarnya, seraya menegaskan harapannya agar bahkan penonton di kursi paling jauh pun dapat merasakan kehangatan pertunjukan dengan jelas.
Bagi Chiang Yu-heng, konser kali ini adalah kilas balik penuh kasih sayang yang didedikasikan untuk waktu, kehidupan, dan para penggemar yang telah menemaninya selama lebih dari empat dekade perjalanan musiknya.