Hantavirus membuat dunia luar khawatir dengan serangan tikus, mantan Kepala Biro Pencegahan Epidemi Kementerian Kesehatan Italia Francesco Vaia menyampaikan, kota besar dunia semua memiliki masalah serangan tikus, tidak terkecuali dengan New York, Roma sampai ke Taiwan, ia beranggapan untuk mengatasinya adalah dengan mengubah kebijakan, “inti tata kelola diletakan pada kebijakan lingkungan, kesehatan publik dan kesejahteraan sosial”.
Francesco Vaia yang pernah menjadi kepala rumah sakit pencegahan penyakit menular Spallanzani, diundang untuk berdiskusi dengan wartawan Central News Agency dan media asing lainnya, membahas kasus meledaknya hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, apakah nantinya akan menjadi pandemi di Eropa atau bahkan mungkin seluruh dunia dan bagaimana masyarakat dunia harus menanggapinya.
“Saya merasa tidak ada tanda-tanda peringatan akan menjadi pandemi global dari hantavirus.” Ujar Francesco Vaia yang mengimbau rakyat dunia untuk menghalau rasa ketakutan, karena hantavirus bukan merupakan sebuah virus baru. Sebelumnya ada 4 kasus yang dicurigai sebagai hantavirus di Italia, tetapi setelah diperiksa, hasilnya ternyata negatif.
Namun Francesco Vaia beranggapan, seiring dengan globalisasi masyarakat memungkinkan merebaknya penyakit zoonosis atau penyakit lainnya. Meskipun penelitian akan vaksin dan obat-obatan cukup penting, tetapi terdapat kebutuhan yang mendesak akan pencegahan epidemi yang komprehensif dan sejalan dengan standar internasional. Seperti tikus yang menjadi sumber penularan berbagai penyakit, untuk itu perlu melakukan perbaikan lingkungan dan menyelesaikan masalah serangan tikus barulah dapat menekan risiko penularan.