Sebuah hunian di Nanhua Street, Taoyuan, menjadi sorotan publik setelah terbukti menyimpan tumpukan barang bekas yang memenuhi seluruh lantai dari dasar hingga lantai tujuh. Kamis (14/5) pagi, Biro Perlindungan Lingkungan setempat akhirnya menggelar operasi pembersihan paksa setelah pemilik hunian, yakni seorang wanita yang diduga suka menimbun barang, gagal memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah kota. Kardus, kipas angin, kursi, botol kosong, dan berbagai barang lainnya tidak hanya memenuhi ruang pribadi, tetapi juga menyumbat jalur evakuasi, mengeluarkan bau busuk, dan mengundang nyamuk, kecoak, serta tikus yang sangat mengganggu warga sekitar.
Pemerintah kota sebelumnya telah melakukan inspeksi gabungan pada akhir Maret dan memberi batas waktu hingga akhir April. Wanita tersebut sempat meminta perpanjangan dua minggu, tetapi tetap tidak mampu menyelesaikannya.
Saat petugas mulai memindahkan barang-barang ke atas truk, wanita itu bereaksi keras. Ia berteriak histeris, mengulurkan tangan merebut kembali barang-barangnya, bahkan berjalan ke samping truk daur ulang untuk menghalangi proses pengangkutan.
"Milikku, ini milikku, kenapa kalian mengambilnya," teriaknya berulang kali.
Ketegangan memuncak ketika petugas daur ulang yang sudah tidak tahan akhirnya ikut bersitegang dengan wanita tersebut. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu mengungkapkan rasa frustrasi yang sudah lama terpendam.
"Baunya setengah mati, sudah belasan tahun, dibilangi bagaimanapun juga tidak ada gunanya, ya jadinya banyak kecoak dan tikus," ujar salah seorang warga.
Sebuah hunian di Nanhua Street, Taoyuan, menjadi sorotan publik setelah terbukti menyimpan tumpukan barang bekas yang memenuhi seluruh lantai dari dasar hingga lantai tujuh. Foto: YAHOO
Setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga, wanita tersebut akhirnya dibawa paksa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Bahkan saat digiring petugas, ia masih sempat meminta polisi untuk kembali ke lokasi dan memeriksa barang-barangnya.
Operasi pembersihan yang melibatkan lebih dari 20 petugas itu berhasil mengangkut 17 truk dengan total 17 ton sampah daur ulang dari hunian yang kini dijuluki warga sebagai "Rumah Mickey Mouse (Rumah Tikus)" tersebut. Seluruh biaya operasi pembersihan akan ditagihkan kepada pemilik hunian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Warga sekitar kini hanya berharap satu hal, yakni wanita tersebut tidak kembali menumpuk barang setelah pulang dari rumah sakit. Kasus ini sekaligus menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menangani warga dengan gangguan penimbunan kompulsif, di mana pendekatan administratif semata kerap tidak cukup tanpa intervensi medis yang memadai. Bagi para tetangga yang telah menanggung kondisi tersebut selama lebih dari satu dekade, operasi kemarin menjadi momen yang sudah lama dinantikan untuk memulihkan kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.