Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan menggelar konferensi pers darurat pada Jumat kemarin (15/5) menyusul masuknya seorang penumpang berkewarganegaraan Selandia Baru yang pernah menumpang kapal pesiar MV Hondius, yaitu kapal yang sebelumnya dilanda wabah langka Hantavirus tipe Andes yang telah menewaskan tiga orang. Direktur Jenderal CDC, Lo Yi-chun (羅一鈞), mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan Peraturan Kesehatan Internasional pada sore 13 Mei 2026, dan segera menugaskan dokter pencegahan epidemi untuk menghubungi penumpang tersebut. Pada malam harinya, penumpang itu langsung dirawat di rumah sakit untuk pengambilan sampel. Hasil tes PCR dari empat specimen, masing-masing darah, urine, air liur, dan nasofaring, semuanya negatif, begitu pula tes antibodi serum IgM dan IgG.
Meski hasil tes awal negatif, CDC tidak mengambil risiko mengingat masa inkubasi Hantavirus tipe Andes yang dapat mencapai 42 hari. Penumpang tersebut diketahui turun dari kapal di Pulau Saint Helena pada 24 April 2026 dengan hari paparan terakhir pada 25 April 2026.
Berdasarkan keputusan rapat pakar, CDC mewajibkan penumpang tersebut menjalani manajemen kesehatan mandiri hingga 6 Juni 2026, yang dihitung dari hari paparan ditambah 42 hari, dan baru dapat dibebaskan dari pembatasan pada pukul 00.00 tanggal 7 Juni 2026.
Selama masa tersebut, penumpang wajib mengukur suhu tubuh setiap hari, sementara tim medis akan melakukan tes PCR darah setiap minggu untuk memastikan tidak ada perubahan status dari negatif menjadi positif.
Mempertimbangkan kondisi penumpang yang sendirian di Taiwan dan merasa cemas, CDC menempatkannya di ruang isolasi tunggal rumah sakit. Selama masa manajemen, ia dilarang keras menggunakan transportasi umum dan mendatangi tempat-tempat ramai.
Namun demi alasan kemanusiaan, ia diizinkan berjalan-jalan secara terbatas di area terbuka rumah sakit dengan pengawasan tim medis dan wajib mengenakan masker N95.
Lo Yi-chun menegaskan bahwa tindakan ini didasarkan pada Pasal 48 Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dengan ancaman denda antara NT$60.000 hingga NT$300.000 bagi pelanggar. Penumpang tersebut dinyatakan bersedia untuk kooperatif.
CDC juga telah secara proaktif melaporkan kasus ini kepada Organisasi Kesehatan Dunia dan perwakilan Selandia Baru di Taiwan, sekaligus meminta bantuan dukungan bagi penumpang selama masa isolasi. Tim medis yang menangani kasus ini diwajibkan mengenakan peralatan pelindung sesuai rekomendasi pengendalian infeksi selama tiga minggu ke depan. CDC menegaskan bahwa meskipun individu tersebut masih berada dalam masa inkubasi dan berpotensi jatuh sakit, hasil tes saat ini negatif dan virus belum terdeteksi di tengah masyarakat luas, sehingga publik diminta untuk tetap tenang dan tidak panik.