Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Fenomena Tinggal Sendirian Hingga Tua Kian Umum, Minat Pasar Properti Taiwan Bergeser

16/05/2026 14:16
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Fenomena Tinggal Sendirian Hingga Tua Kian Umum, Minat Pasar Properti Taiwan Bergeser (Rti)
Fenomena Tinggal Sendirian Hingga Tua Kian Umum, Minat Pasar Properti Taiwan Bergeser (Rti)

Struktur keluarga Taiwan tengah mengalami perubahan mendasar yang berdampak langsung pada pasar properti. Laporan terbaru yang dirilis bersama oleh House+ dan Universitas Nasional Tsing Hua (NTHU) mencatat bahwa proporsi rumah tangga kecil satu hingga dua orang telah melonjak menjadi 61,7% hingga Maret tahun ini, menandai Taiwan resmi memasuki era rumah tangga mini.

Yang lebih mencolok, jumlah rumah tangga pemilik tunggal mencapai 3,99 juta atau 40,5% dari total 9,85 juta rumah tangga di seluruh Taiwan, yang mana ini menembus angka 40% untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dibandingkan angka 26,9% pada 2007, lonjakan 13,6 poin persentase dalam kurang dari dua dekade ini menunjukkan bahwa tren individualisasi telah menjadi arus yang tidak dapat dibalik.

Kecepatan pertumbuhan tren ini bahkan semakin pesat. Antara 2024 dan 2025, rumah tangga pemilik tunggal melonjak lebih dari 410.000 dalam satu tahun dengan tingkat pertumbuhan tahunan 11,7%, jauh melampaui kisaran pertumbuhan stabil di masa lalu yang hanya sekitar dua hingga 3%.

Di sisi lain, keluarga besar dengan empat orang atau lebih berkurang lebih dari 600.000 dalam 18 tahun, dengan proporsi yang anjlok dari 37,3% menjadi hanya 21,3%.

House+ menyatakan secara lugas bahwa keluarga tradisional beranggotakan empat orang telah mundur dari pasar arus utama. Tiga faktor struktural mendorong perubahan ini secara bersamaan, yakni tren menikah terlambat dan tidak menikah, dampak penurunan angka kelahiran yang terus mendalami, serta efek penuaan populasi yang mendorong munculnya fenomena rumah kosong dan lansia yang hidup sendiri.

Perubahan demografis ini secara langsung mengubah peta permintaan properti. Tekanan harga rumah yang tinggi mendorong pembeli untuk mengadopsi strategi pengurangan luas bangunan sebagai respons terhadap keterbatasan anggaran, sementara meningkatnya jumlah keluarga kecil dan rumah tangga pemilik tunggal memperkuat permintaan akan hunian berukuran kecil dengan total harga terjangkau.

Akibatnya, penggerak pasar properti Taiwan bergeser dari kebutuhan keluarga menjadi kebutuhan individu, dan prioritas pembeli pun berubah, dari tinggal di tempat yang besar menjadi tinggal dekat dengan tempat kerja. Efisiensi komuter kini mengungguli luas bangunan sebagai faktor penentu keputusan

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解