(Taiwan, ROC) -- Persatuan Pelajar Indonesia di Taiwan (PERPITA) pada hari ini (16/5) menggelar PERPITALKS 2026, di Dazhi Denwell, Taipei. Kegiatan yang dihadiri sekitar 600 peserta tersebut menjadi salah satu agenda tahunan terbesar mahasiswa Indonesia di Taiwan yang berfokus pada pengembangan karier, peningkatan kapasitas generasi muda, serta perluasan jejaring profesional mahasiswa Indonesia di tingkat internasional.
“Bagi kami, acara hari ini bukan hanya sebuah acara talkshow dan job fair. Acara ini lahir dari keresahan, harapan, dan juga mimpi banyak mahasiswa Indonesia di Taiwan yang sedang berada di fase mencari arah, membangun mimpi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah perkuliahan,” ujar Ketua PERPITA 2025-2026, Winston Susanto saat memberikan kata sambutan.
Winston mengatakan, melalui tema “Navigating Career, Creating Impact”, PERPITA ingin menghadirkan ruang diskusi yang dapat membantu mahasiswa memahami bahwa perjalanan karier bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga menemukan tujuan hidup, membangun relasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Ketua Penyelenggara PERPITALKS, Yericha Putri, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembicara, sponsor, dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berharap melalui acara ini, teman-teman bisa melakukan networking, menemukan peluang karier, dan mendengarkan sharing yang inspiratif dari para speaker, serta mendapatkan insight dan bekal saat kembali ke Indonesia nanti.” kata Yericha.
Rangkaian acara PERPITALKS 2026 dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi. Acara ini juga menghadirkan job fair dan presentasi profil perusahaan yang membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk membangun koneksi profesional dan memperoleh informasi dunia kerja secara langsung.
Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei (KDEI Taipei), Johanes Andi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PERPITALKS 2026. Dirinya mengaku bangga dapat hadir dalam kegiatan tersebut dan menilai acara seperti ini memiliki dampak positif bagi pengembangan mahasiswa Indonesia di Taiwan.
“KDEI Taipei sangat mendukung kegiatan seperti ini dan berharap PERPITALKS ke depannya dapat terus diselenggarakan dan terus ada”, ujar Bapak Johanes Andi.
Dalam sesi pertama PERPITALKS, Leonardo Edwin membawakan materi bertajuk “Turning Impact Into Career” yang membahas bagaimana generasi muda dapat mengubah pengalaman dan kontribusi sosial menjadi peluang karier profesional.
“Dewasa ini, untuk melihat content creator menjadi kerjaan yang menguntungkan itu sangat masuk akal. Karena memang buktinya banyak sekali content creator yang bekerja di rumah dan mereka menghasilkan! Be You, Be Genuine!” Ujar Leonardo Edwin.
Sementara itu, Eva Alicia hadir dalam sesi kedua dengan tema “Personal Growth in Your 20s”. Sesi tersebut membahas pentingnya pengembangan diri, kesiapan menghadapi dunia kerja, serta tantangan yang dihadapi generasi muda di usia produktif.
Selain seminar dan sesi inspiratif, tahun ini PERPITALKS juga menghadirkan Job Fair PULANG yang bekerja sama dengan Bosshire untuk mempertemukan mahasiswa Indonesia di Taiwan dengan berbagai perusahaan dan peluang karier dari Indonesia.
“Kami berharap sesi ini tidak hanya menjadi tempat mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi jembatan untuk membuka koneksi, kolaborasi, dan kesempatan baru di masa depan,” kata Winston.
Melalui penyelenggaraan PERPITALKS 2026, PERPITA berharap dapat memperkuat peran mahasiswa Indonesia di Taiwan sebagai generasi muda yang kompetitif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa, industri, dan komunitas diaspora Indonesia di Taiwan.