Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

NDC: Tahun Depan Memasuki Masyarakat Super Lansia, Diprakirakan Hampir 50% pada Tahun 2070

12/12/2024 11:41
Penulis & Editor: 鄭蕙玲
Diprakirakan pada tahun 2070, populasi lansia Taiwan akan mencapai 46,5% (foto: CNA)
Diprakirakan pada tahun 2070, populasi lansia Taiwan akan mencapai 46,5% (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Populasi penuaan di Taiwan makin mengkhawatirkan, Wakil Ketua Dewan Pengembangan Nasional (NDC) Kao Shien-quey (高仙桂) kemarin (12/11) mengemukakan, Taiwan tahun depan akan memasuki populasi penuaan kondisi serius, di bawah kondisi penurunan angka kelahiran, tingkat penuaan semakin meningkat drastis, diprakirakan pada tahun 2070, populasi lansia Taiwan akan mencapai 46,5%, kedua setelah Korea Selatan, sedangkan populasi angkatan kerja kurang dari 50%, ini menjadi rambu peringatan besar untuk SDM dan perkembangan industri Taiwan, dan pengembangan AI akan menjadi peluang transformasi.

Academia Sinica kemarin (12/11) menggelar “Macroeconometric Modelling Workshop MMW 2024”, dengan tema “Tantangan dan Peluang Ekonomi Makro dalam Masyarakat Super Lansia".

Kao Shien-quey(高仙桂) diundang untuk menghadiri workshop ini, dan memberikan ceramah. Ia mengatakan, banyak negara berpendapatan tinggi, termasuk Taiwan, menghadapi perubahan demografis akibat dampak dari penurunan populasi dan penuaan, ini menjadi krisis keamanan demografi, tidak dapat dihindari oleh siapapun. NDC bulan Oktober lalu telah mengumumkan populasi terbaru, pemerintah melakukan rapat pembahasan antar kementerian, diprakirakan Februari tahun depan akan mengusung kebijakan untuk menanggapi permasalahan ini.

Kao Shien-quey(高仙桂) menjelaskan, struktur populasi yang menua akan berdampak pada masyarakat, ekonomi, dan lingkungan. Di sisi sosial, memberikan tekanan kepada universitas, dan beban perawatan jangka panjang, di sisi ekonomi akan mengalami kekurangan tenaga kerja, persaingan internasional, kekurangan finansial dan sebagainya. Pembangunan daerah yang tidak merata, akan menimbulkan ketidakseimbangan antar daerah termasuk permasalahan regenerasi lokal.

Kao Shien-quey(高仙桂) mencontoh, Taiwan akan memasuki masyarakat super lansia pada tahun 2025, yaitu proporsi penduduk lanjut usia di atas 65 tahun akan melebihi 20%. Setelah itu, angka penuaan akan terus meningkat didorong oleh menurunnya angka kelahiran, diprakirakan pada tahun 2070, masyarakat lansia Taiwan akan mencapai lebih dari 46,5% dari populasi secara keseluruhan, Taiwan menjadi negara ke-2 besar setelah Korea Selatan (47,5%). Sedangkan urutan selanjutnya disusul Jepang (38,7%), Italia (33,8%), Jerman (28,8%) dan AS (26.3%).

Pada tahun 2070, populasi usia kerja Taiwan akan berjumlah kurang dari 50%, yang merupakan rambu peringatan bagi perkembangan angkatan kerja dan industri.

Kao Shien-quey mengatakan bahwa AI generatif akan mengantarkan era perubahan baru, mempengaruhi orang-orang yang menggunakan AI dan secara bertahap mengabaikan orang yang tidak menggunakan AI. Daya saing perusahaan yang menggunakan AI akan jauh melampaui perusahaan yang tidak menggunakannya. Hanya negara-negara dengan kemampuan untuk mengembangkan AI/LLM (large language model) yang dapat mempertahankan bahasa dan budaya mereka sendiri, negara-negara telah mulai bersaing dalam kekuatan nasional AI dan membangun pusat data yang otonom, dan negara-negara telah mempromosikan “kemampuan AI dan kemampuan bakat AI” secara menyeluruh.

Kao Shien-quey(高仙桂) yakin, Taiwan adalah pusat revolusi AI, Taiwan dapat menggunakan keunggulan industrinya untuk menerobos keterbatasan populasi penuaan dan penyusutannya,

termasuk memperkenalkan teknologi pintar kepada perusahaan dan membantu industri dalam bertransformasi menuju AI, untuk mewujudkan peluang pertumbuhan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x