Novel Taiwan, Taiwan Travelogue berhasil meraih penghargaan sastra internasional The International Booker Prize di London. Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君) menyampaikan terima kasih kepada penulis Yang Shuang-zi (楊双子), penerjemah Jin Ling (金翎), serta penerbit Spring Hill yang telah menuliskan kisah tentang Tanah Formosa. Melalui sastra, karya tersebut memungkinkan pembaca mengilas kembali sejarah dengan perspektif yang lebih luas, sekaligus membawa dunia untuk mengenal ulang dan menyukai Taiwan.
Ajang bergengsi dalam dunia sastra Inggris, penghargaan tahunan The International Booker Prize di Inggris tahun ini dianugerahkan kepada novel Taiwan Travelogue karya penulis Yang Shuang-zi yang kemudian diterjemahkan oleh Jin Lin ke dalam bahasa Inggris. Cheng Li-chiun melalui akun Facebook menyatakan bahwa The International Booker Prize merupakan penghargaan yang sangat berpengaruh di dunia sastra, dan kemenangan ini sungguh mengharukan.
Ia menerangkan bahwa semenjak diterbitkan, Taiwan Travelogue telah berulang kali mendapat pengakuan di Taiwan maupun di kancah sastra dunia. Di antaranya, pada tahun 2021 meriah Penghargaan Buku Sastra Golden Tripod di Taiwan. Pada tahun 2024, memenangkan penghargaan utama Terjemahan Jepang, dan pada tahun yang sama, edisi Bahasa Inggrisnya meraih Penghargaan Nasional Buku Amerika untuk kategori sastra terjemahan.
Hingga kini, hak penerbitnya telah terjual ke 24 negara, dengan penjualan lebih dari 40 ribu eksemplar di Taiwan, serta melampaui 10 ribu eksemplar, masing-masing di Jepang, Amerika Serikat dan Inggris.
Cheng Li-chiun menambahkan, setiap kali melihat Yang Shuang-zi dan Jin Lin membawa Taiwan Travelogue mengadakan tur diskusi dan ceramah di berbagai negara, dengan semangat kecintaan pada sastra serta kerja keras yang tak henti-hentinya, ia merasa bangga dan terharu karena akhirnya sastra Taiwan dapat melangkah ke panggung dunia.
Ia melanjutkan, pidato penerimaan penghargaan dari Yang Shuang-zi dan Jin Ling sarat dengan rasa percaya diri, keteguhan, serta kecintaan terhadap tanah Formosa. Ia menekankan bahwa cara hidup yang bebas dan demokratis merupakan tanah subur bagi berkembangnya keberagaman sastra. Ia berharap ke depan akan semakin banyak karya sastra Taiwan yang menonjol dan terus menembus panggung dunia, serta dicintai dan diapresiasi oleh pembaca dari berbagai negara.
Cheng Li-chiun kembali menyampaikan terima kasih kepada penulis Yang Shuang-zi, penerjemah Jin Lin dan penerbit Spring Hill yang telah menuturkan kisah tentang tanah Bumi Formosa. Melalui sastra, mereka tidak hanya mengajak masyarakat untuk menengok kembali sejarah dengan sudut pandang yang unik, tetapi juga membawa dunia untuk kembali mengenal dan menyukai Taiwan.