Presiden Lai Ching-te (賴清德), Rabu hari ini (20/5) menyampaikan pidato peringatan dua tahun masa jabatannya, sekaligus mengajukan kebijakan untuk mengatasi masalah rendahnya angka kelahiran. Presiden mengumumkan bahwa pemerintah akan meluncurkan “Strategi Baru Kebijakan Kependudukan Taiwan”, yang mencakup pemberian tunjangan sebesar NT$5.000 per bulan bagi setiap anak berusia 0 hingga 18 tahun, dengan harapan mendorong generasi muda untuk berani menikah, memiliki anak, dan membesarkan keluarga, serta berani mengejar kebahagiaan.
Dalam pidato dua tahun pemerintahannya di Istana Kepresidenan, Presiden menyoroti tiga arah kebijakan utama, yaitu melindungi cara hidup yang demokratis dan bebas, menjaga stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan, serta mengembangkan perekonomian.
Kepala Negara menyatakan bahwa dalam menghadapi tantangan baru terkait struktur demografi, layanan kesehatan, dan keamanan sosial, pemerintah akan terus berinvestasi di sektor kesehatan, memperbaiki lingkungan layanan medis, memperkuat tenaga medis, menerapkan rasio perawat dan pasien dalam tiga shift, serta mendorong pengembangan layanan kesehatan cerdas dan sistem perawatan berjenjang. Menjaga kesehatan masyarakat, berarti menjaga masa depan negara.
Menghadapi tantangan rendahnya angka kelahiran, Presiden mengumumkan bahwa pemerintah dalam waktu dekat akan meluncurkan “Strategi Baru Kebijakan Kependudukan Taiwan”, termasuk pemberian tunjangan perkembangan bagi anak usia 0 hingga 18 tahun. Presiden mengatakan, “Salah satu langkahnya adalah menyediakan tunjangan perkembangan bagi anak usia 0 hingga 18 tahun, sebesar NT$5.000 per orang per bulan, dengan harapan membantu dalam aspek pernikahan, kehamilan, pengasuhan anak, lingkungan kerja yang ramah keluarga, serta perumahan, agar keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga dapat terwujud, sehingga anak muda berani menikah, memiliki anak, dan membesarkan mereka, serta berani mengejar kebahagiaan.”
Dalam hal transformasi iklim dan energi, Presiden menegaskan bahwa Taiwan harus menjaga kestabilan pasokan listrik sekaligus melakukan transisi menuju pengurangan emisi karbon, mendukung perkembangan industri, dan memikul tanggung jawab antar generasi. Pemerintah akan berlandaskan bukti ilmiah, prosedur hukum, serta komunikasi sosial dalam mengevaluasi berbagai opsi energi secara pragmatis, guna memastikan bahwa keamanan energi, daya saing industri, dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan. Ia menekankan, transformasi tidak dapat diselesaikan dalam semalam, tapi arah tidak boleh ragu, dan reformasi pasti memiliki tekanan, tetapi tanggung jawab harus dijalankan.
Kepala Negara juga secara khusus menyampaikan pesan kepada generasi muda, menegaskan bahwa 30 tahun lalu generasi sebelumnya dengan keberanian membuka gerbang demokrasi, dan 30 tahun kemudian Beliau berharap generasi muda dapat menggunakan kreativitas, profesionalisme, dan tindakan untuk membuka masa depan generasi berikutnya bagi Taiwan.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berinvestasi dalam pendidikan, teknologi, budaya, olahraga, dan pertukaran internasional, serta lebih rendah hati, mendorong reformasi dengan tekad yang lebih kuat, dan melindungi negara dengan langkah yang lebih stabil.
Terkait anggaran dan perencanaan lanjutan untuk tunjangan sebesar NT$5.000 per bulan bagi usia 0-18 tahun, Presiden Lai menjelaskan kepada media bahwa kebijakan tersebut merupakan salah satu dari 18 langkah dalam Strategi Baru Kebijakan Kependudukan Taiwan.
Selain tunjangan langsung, sebagian dana juga akan dirancang sebagai rekening masa depan anak, sehingga saat mencapai usia 18 tahun, mereka memiliki dana dari pemerintah untuk pendidikan atau memulai usaha.
Selain itu, kebijakan ini juga mencakup langkah-langkah pendukung lain seperti menciptakan lingkungan kerja yang ramah keluarga, dukungan bagi keluarga, serta penyediaan perumahan.
Total investasi dari program ini sekitar NT$200 miliar per tahun.
Presiden menyampaikan keyakinannya bahwa dengan pertumbuhan ekonomi Taiwan saat ini, negara mampu menanggung anggaran tersebut tanpa menggeser anggaran lainnya.