Sastra Taiwan kembali bersinar di panggung dunia. Pengumuman pemenang International Booker Prize 2026 dilakukan pada Selasa malam (19/5) waktu London. Novel Taiwan Travelogue karya penulis Taiwan Yang Shuang-zi (楊双子) yang diterjemahkan oleh Jin Ling (金翎) ke dalam bahasa Inggris berhasil mengungguli karya dari berbagai negara dan menjadi karya pertama dari Taiwan yang meraih penghargaan utama ini.
Penghargaan International Booker Prize tahun ini memberikan hadiah sebesar £50.000 (setara dengan NT$2 juta). Yang Shuang-zi dan Jin Ling hadir langsung di panggung untuk menerima penghargaan tersebut, menyaksikan momen bersejarah ini secara langsung.
Presiden Lai melalui unggahan di Facebook menyatakan bahwa dalam pidato penerima penghargaan, Yang Shuang-zi menyebut bahwa di tengah sejarah kolonial dan tekanan kekuatan besar, sastra selalu memiliki daya yang kuat untuk berbicara secara tegas dengan dunia. Ia mendedikasikan kehormatan ini kepada tanah kelahirannya dan dengan bangga menyatakan bahwa pencarian sastra Taiwan selama satu abad mencerminkan perjuangan rakyat Taiwan selama satu abad untuk kebebasan dan kesetaraan.
Penerjemah Jin Ling juga menyampaikan bahwa ia akan terus membawa suara Taiwan ke dunia berbahasa Inggris. Pernyataan keduanya menyentuh hati dan menunjukkan keyakinan teguh serta semangat yang tidak menyerah dari Taiwan kepada dunia.
Presiden juga menekankan bahwa setelah sebelumnya meraih National Book Award di Amerika Serikat, Taiwan Travelogue kembali memenangkan penghargaan tertinggi di dunia sastra Inggris dan Amerika Serikat, menorehkan tonggak penting yang sulit untuk ditandingi. Novel ini memadukan sejarah Taiwan, lanskap perkeretaapian, serta budaya kuliner, dan hingga kini telah terjual hak penerbitannya ke 15 negara, melampaui batas bahasa dan waktu, serta memperlihatkan kepada dunia akan kekuatan budaya Taiwan yang tangguh dan memikat.
Presiden menyampaikan terima kasih kepada Yang Shuang-zi dan Jin Ling yang melalui karya dan terjemahan telah membuka babak baru bagi sastra Taiwan dan membawa kisah Taiwan ke panggung sastra dunia. Beliau juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merayakan pencapaian bersejarah ini dan mengundang publik untuk membaca karya tersebut di toko buku.
Beliau menambahkan, karya ini bukan sekadar perjalanan di atas kertas, melainkan sebuah surat cinta terindah dari Taiwan untuk dunia. Cahaya sastra akan terus menuntun Taiwan melangkah dengan bangga dan berani menuju masa depan.