(Taiwan, ROC) -- Dilansir dari pemberitaan CNA, Universitas Sains dan Teknologi Taipei (Taipei Tech / NTUT) dilaporkan terjadi kasus seorang mahasiswa pascasarjana yang diduga mengakhiri hidupnya gegara berkaitan dengan masalah tesis, serta dugaan perlakuan tidak wajar dari dosen pembimbing dalam jangka panjang.
Sebelumnya, seorang warganet lewat media sosial mengunggah pernyataan yang menyebutkan jika korban merupakan rekannya di NTUT. Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya dugaan tekanan dari dosen pembimbing, termasuk perubahan topik penelitian yang berulang kali. Bahkan, judul tesis dilaporkan telah direvisi sebanyak empat kali sejak Januari. Unggahan itu juga disertai tangkapan layar sebagai bukti.
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak NTUT pada hari ini (20/5) menyatakan telah menerima kabar meninggalnya seorang mahasiswa pascasarjana sehari sebelumnya. Seluruh sivitas akademika menyampaikan duka yang mendalam, dan pihak universitas pun telah menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
Pihak kampus juga segera mengaktifkan mekanisme penanganan darurat internal, serta berkoordinasi dengan unit urusan kemahasiswaan dan pihak terkait untuk menghubungi keluarga korban. NTUT turut membuka jalur komunikasi khusus guna memastikan penanganan berjalan lancar dan memberikan dukungan yang diperlukan.
Universitas menegaskan, kasus ini ditangani dengan prinsip kehati-hatian, objektivitas, dan tanggung jawab penuh. Saat ini, seluruh proses investigasi dan pelaporan telah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku. Untuk menjaga objektivitas penyelidikan serta melindungi hak mahasiswa, kampus juga telah mengambil langkah penyesuaian administratif dan pembatasan aktivitas pengajaran bagi dosen yang terkait.
Sebelum hasil investigasi diumumkan, NTUT membatasi kewenangan dosen tersebut dalam kegiatan pengajaran dan bimbingan mahasiswa. Seluruh aktivitas non-mendesak dihentikan sementara, sementara urusan akademik yang bersifat mendesak seperti kelulusan dan ujian tesis akan ditangani melalui koordinasi pimpinan departemen sesuai prosedur yang berlaku.
NTUT menegaskan bahwa penetapan fakta, penentuan tanggung jawab, serta sanksi akan ditentukan berdasarkan hasil investigasi resmi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, kampus juga telah mengaktifkan layanan dukungan psikologis secara intensif. Pusat konseling universitas mengerahkan tim untuk memberikan pendampingan, konseling, serta pemantauan jangka panjang bagi mahasiswa, dosen, dan pihak lain yang terdampak peristiwa ini.
***Bunuh diri bukanlah jalan keluar dan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat.
Saat menghadapi tekanan atau kesulitan, jangan ragu untuk mencari bantuan dan berbicara dengan orang yang dipercaya.
Sayangi nyawa dan kehidupan Anda. Saluran Konseling dan Pencegahan Bunuh Diri: 1925