Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kantor Perwakilan di AS: Hubungan Taiwan-AS Lancar, Menhan Wellington Koo: Optimis dengan Pengadaan Senjata  

21/05/2026 15:22
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Sekjen Istana Kepresidenan Pan Meng-an (kanan) dan Sekjen Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu dalam sidang Yuan Legislatif. (foto: CNA)
Sekjen Istana Kepresidenan Pan Meng-an (kanan) dan Sekjen Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu dalam sidang Yuan Legislatif. (foto: CNA)

Mengenai 2 pernyataan publik Presiden AS Donald Trump yang dipublikasikan kembali dalam waktu seminggu, (pertama pada tanggal 15 Mei, saat kembali dari Beijing ke AS, kedua pada tanggal 20 Mei di Joint Base Andrews), yang mana menyebutkan, akan berdialog dengan Presiden Lai Ching-te untuk membahas penjualan senjata. Beberapa anggota parlemen dari partai yang berkuasa dan oposisi menaruh perhatian terkait tanggapan dan persiapan pemerintah. 

Anggota parlemen DPP Shen Fa-hui(沈發惠) saat sidang interpelasi juga mempertanyakan, jika Trump dan Presiden Lai berdialog maka, hal ini akan menjadi dialog tingkat tinggi langsung pertama antara Taiwan- AS dalam 40 tahun.

Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan Pan Meng-an mengatakan, hari Kamis ini (21/5) Istana Kepresidenan dan Dewan Keamanan Nasional telah memantau dengan cermat seluruh proses sejak sebelum pertemuan Trump-Xi hingga kembalinya Trump ke AS, dan telah memahaminya dengan baik, tetapi belum menerima informasi terkait.

Sekjen Istana Kepresidenan Pang Men-an mengatakan, “Jika ada komunikasi maka kami akan mempublikasikan. Hubungan antara Taiwan-AS tidak terhambat. Baik itu Kongres AS, Dewan Perwakilan Rakyat, Senat, termasuk Departemen Luar Negeri dan Kantor Perwakilan Amerika di Taiwan (AIT), Dewan Keamanan Nasional, Kemenlu, dan Istana Kepresidenan, tetap berkomunikasi dengan lancar”.

Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Amerika Serikat menanggapi pertanyaan media pada malam 20 Mei dan menyampaikan, Taiwan-AS menjaga hubungan yang baik dan erat. Seperti yang dikatakan Presiden Lai Ching-te, jika ada kesempatan, maka akan merefleksikan opini masyarakat Taiwan, dan begitu ada informasi lebih lanjut maka akan diumumkan oleh pihak AS.

Selain itu, terkait kemungkinan percakapan Trump-Lai via telepon, seorang pejabat Gedung Putih menanggapi melalui email per 20 Mei menegaskan kembali bahwa “seperti yang dikatakan Presiden Trump, ia akan mengambil keputusan tentang penjualan senjata baru ke Taiwan dalam waktu singkat”. Pada saat ini, pemerintah AS sedang mempertimbangkan apakah akan melanjutkan penjualan senjata senilai $14 miliar ke Taiwan.

Pejabat tersebut menunjukkan bahwa total penjualan senjata ke Taiwan yang disetujui oleh Trump selama masa jabatan pertamanya melebihi jumlah penjualan senjata yang disetujui oleh presiden AS lainnya. Lebih lanjut, selama masa jabatan keduanya, total penjualan senjata ke Taiwan yang disetujui pada tahun pertama telah melampaui total penjualan yang disetujui oleh pemerintahan Biden selama 4 tahun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hsiao Kuang-wei pada malam hari (20/5) mengutip, penjelasan yang disampaikan oleh Presiden Lai Ching-te mencerminkan suara masyarakat Taiwan, menekankan bahwa Taiwan adalah penjaga perdamaian di Selat Taiwan, sementara Tiongkok adalah pengacau, dan mengatakan bahwa pembelian senjata dari AS dapat dilanjutkan.

Di sisi lain, terkait diskusi panas seputar pembicaraan Trump mendatang dengan Presiden Lai Ching-te tentang penjualan senjata, Menteri Pertahanan Wellington Koo dalam sebuah wawancara di Yuan Legislatif (21/5) mengatakan, AS telah berulang kali menegaskan kembali kebijakan yang tidak berubah terhadap Taiwan, dan dalam keadaan ini, Taiwan mempertahankan sikap optimis terhadap pembelian senjata selanjutnya. Menhan Wellington Koo mengatakan, “Selain menjaga perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan adalah kepentingan inti AS, dengan cara penjualan senjata, sesuai dengan UU hubungan Taiwan, memberikan kekuatan defensif yang tangguh bagi Taiwan, bertujuan untuk menjaga perdamaian Selat Taiwan, inilah kebijakan yang ditetapkan AS.”

 

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解